Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kawasan Terintegrasi, Pembangunan Bertahap

Radar Tarakan • Selasa, 3 September 2024 | 08:13 WIB

 

TERINTEGRASI: Tampak kawasan embung yang ada di kawasan Kebun Raya Bulungan.
TERINTEGRASI: Tampak kawasan embung yang ada di kawasan Kebun Raya Bulungan.

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan akan melakukan pembangunan Kebun Raya Bulungan secara bertahap. Proyek ini bakal terintegrasi sesuai rencana pengembangan.

Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan bahwa pengembangan Kebun Raya Bulungan telah dimulai sejak tahun 2023, dan dilakukan secara bertahap.

Salah satu bagian dari pengembangan tersebut adalah pembangunan sebuah embung. Seperti yang ditegaskan oleh Bupati, "2023 kita sudah membangun embung," kata Syarwani.

 Baca Juga: Kaltara Catat Deflasi Terdalam di Agustus 2024

Tahun ini, sambung Syarwani, kawasan tersebut akan dilengkapi dengan jogging track sebagai sarana olahraga. "Seluruh kawasan akan dibangun dengan jogging track pada tahun ini," ungkapnya.

 Diharapkan, 2025 Kebun Raya Bulungan sudah bisa difungsikan sebagai kawasan publik yang terintegrasi, dimana pengunjung bisa berolahraga dengan udara yang bersih. Selain itu, upaya pelestarian lingkungan juga akan dilakukan.

"Upaya pelestarian lingkungan juga akan dilakukan secara serius, demi menjaga kelestarian alam dan ekosistem Kebun Raya Bulungan," bebernya.

 Baca Juga: Kaltara Optimistis Masuk Zona Medali di PON XXI Aceh-Sumut

Kedepannya, Kebun Raya Bulungan juga akan  menjadi kawasan edukasi. Bahkan, beberapa waktu lalu, Pemda Bulungan telah melakukan penanaman 25 jenis tanaman endemik di Kaltara. Salah satunya adalah buah lepiu.

"Buah lepie kini menjadi maskot Kebun Raya Bulungan. Tanaman rambat ini cukup langka dan hanya berbuah lima tahun sekali. Penanaman buah lepiu adalah salah satu upaya untuk melestarikan tanaman tersebut," jelasnya.

Dalam hal ini, Kebun Raya Bulungan dapat memainkan peran yang sangat penting. Menjadi tempat edukasi bagi masyarakat lokal dan global, kebun raya ini dapat memberikan informasi dan pemahaman mengenai pentingnya melestarikan dan melindungi tanaman-tanaman endemik. Selain itu, kebun raya ini bisa menjadi tempat untuk melakukan penelitian dan pengembangan dalam bidang kebun raya dan biodiversitas.

"Melalui upaya seperti ini, masyarakat dan pihak terkait dapat menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama kita semua.

Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan membantu melestarikan tanaman endemik agar tetap hidup dan berkembang," bebernya.

Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras dan kerja sama berbagai pihak untuk melindungi dan melestarikan tanaman edemik yang hanya tumbuh di wilayah tertentu.

Oleh karena itu, menjadi penting bagi masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian dan keberadaan tumbuhan langka tersebut.

"Dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk melindungi dan melestarikan tanaman endemik. Pemerintah dan masyarakat setempat dapat bekerja sama dalam bentuk mengadakan program penanaman dan pemeliharaan tumbuhan. Masyarakat dapat memberikan kontribusi dalam hal menjaga kebersihan dan merawat lingkungan tempat tumbuhnya tanaman endemik," pungkasnya. (jai/har) 

Editor : Azwar Halim
#kebun raya bulungan #pemkab bulungan #kawasan teritegrasi #tanjung selor