Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sistem Gaduh, Sudah Bantu 600 Ekor Kambing ke Peternak

Radar Tarakan • Kamis, 23 Mei 2024 | 15:08 WIB
FIJAI PASARUJA/RADAR KALTARA MONITOR: Ashe mengunjungi mitra BMF yang telah mendapatkan bantuan kambing boer.
FIJAI PASARUJA/RADAR KALTARA MONITOR: Ashe mengunjungi mitra BMF yang telah mendapatkan bantuan kambing boer.

Geliat peternakan kambing boer dan persilangan (cross boer) di Kabupaten Bulungan semakin masif. Bulungan Mandiri Farm (BMF) menjadi percontohan peternakan kambing pedaging di Kalimantan Utara.


PIJAI PASARIJA, Tanjung Selor

KAMBING Boer adalah salah satu ras kambing yang populer untuk produksi daging. Ras ini berasal dari Afrika Selatan dan dikenal memiliki kualitas daging yang tinggi serta dapat menghasilkan keuntungan yang menggiurkan bagi para peternak.

Nah, di Bulungan jenis kambing ini telah dikembangkan oleh Chieto Karno alias Ashe melalui peternakan Bulungan Mandiri Farm (BMF) yang didirikan sejak tahun 2021 silam di Jalan Poros Tanjung Selor-Tana Kuning Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.

Bahkan peternakan ini telah dikunjungi langsung Menteri Pertanian pada saat itu Syahrul Yasin Limpo pada tahun 2021. Dalam kunjungan tersebut Mentan juga memanen Cempe Kambing Boer usia 4 bulan.

Kini, peternakan kambing boer tidak hanya di BMF tapi sudah masif ke peternak yang ada di Kabupaten Bulungan, dan Kaltara pada umumnya. Pengembangbiakan kambing boer yang ada di Kaltara ini semuanya berawal dari BMF yang selama ini telah membantu para peternak kambing melalui mekanisme bagi hasil atau sistem gaduh.

Dimana kambing jantan dan betina BMF dititipkan ke peternak.
Hasil anakan kambing akan dibagi antara BMF dan peternak. Misalnya, kambing yang dititip melahirkan dua anak maka satu milik peternak satu untuk BMF.

“Hingga saat ini mitra BMF untuk pengembangbiakan kambing boer sudah mencapai sekitar 77 mitra yang ada di tujuh desa di Bulungan, dan sudah ada sekitar 600 ekor kambing yang diserahkan (bantu) peternak,” sebut Cheito Karno.

Hingga saat ini, kata pria yang akrab disapa Ashe, BMF masih membuka diri untuk peternak yang ingin bermitra. Asalkan kandang dan pakan sudah siap.

“Kalau sudah ada kandang, sudah ada rumput pakchong dan indogofera baru kami berikan kambingnya minimal lima ekor maksimal 10 ekor, sesuai dengan kebutuhan lah,” kata Owner BMF.

Mitra BMF tidak hanya di Bulunga tapi juga di luar seperti Tarakan dan Kabupaten Tana Tidung.

Adapun ide berternak kambing boer, pria yang memiliki jiwa sosial tinggi ini mengaku karena rasa kepedulianya kepada masyarakat yang terkadang kesulitan mencari kambing untuk akikah. Kalaupun ada harganya tinggi.

“Jadi saya coba di 2021 lalu beternak kambing boer dengan melihat pasar di Bulungan yang kebutuhan akan kambing utamanya untuk akikah cukup tinggi, karena penduduk muslim di Bulungan cukup tinggi di atas 50 an persen,’ ungkap Ashe.

Rata rata kebutuhan kambing di Bulungan setiap bulan bisa mencapai 300 ekor untuk kebutuhan akikah belum termasuk kurban di hari raya Idul Adha.

Melihat potensi tersebut dan SDM juga ada utamanya di daerah transmigrasi dan di sekitar peternakan BMF.

“Salah satunya ustadz Sumandiono yang tinggal di km 9 Bumi Rahayu. Umur Sumandiono sudah 83 tahun, jadi kalau mau kerja keras kan tidak mungkin, jadi kita tawarkan awalnya. Kini dari dua ekor jadi puluhan ekor,” kata Ashe. (bersambung)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #kambing #bulungan