Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Penanganan Jalan Terus Dilakukan , Satker PJN 1 Kaltara Dirikan Posko Lebaran

Radar Tarakan • Rabu, 3 April 2024 | 08:54 WIB

 

IWAN K/RADAR KALTARA POSKO: Salah satu titik jalan nasional yang menjadi kewenangan Satker PJN 1 Kaltara.
IWAN K/RADAR KALTARA POSKO: Salah satu titik jalan nasional yang menjadi kewenangan Satker PJN 1 Kaltara.

TANJUNG SELOR - Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Kalimantan Utara (Kaltara) secara intens terus melakukan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yang masuk di wilayah kerjanya.

 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Batas Bulungan Tanjung Selor-Sekatak Satker PJN 1 Kaltara, Abdul Gafur mengatakan, dalam hal penanganan jalan, pihaknya selalu siap, baik itu pada hari normal maupun jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

 “Mau lebaran atau tidak, kami selalu siap dalam melakukan penanganan jalan. Tapi untuk hari besar kami memang prioritas, khususnya dalam hal pengawasan,” ujar Gafur kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Selasa (2/4).

 Gafur mengatakan, saat ini pihaknya ada membuka posko lebaran, salah satunya di STA 10 jalur Bulungan-Berau. Adapun posko ini sudah mulai didirikan pada H-10 dan baru akan ditutup pada H-15 hari raya Idul Fitri 1445 H/2024 M.

 “Tapi sementara ini alat berat kami standby-kan di STA 18 salah satu titik longsor. Karena kalau kita tarik ke posko itu ada sekitar 10 kilometer jaraknya, jadi jauh,” katanya.

 Menurutnya, pendirian posko lebaran ini bertujuan untuk mempercepat penanganan jika terjadi persoalan atau kerusakan pada jalan nasional di wilayah tersebut, baik itu dalam bentuk badan jalan longsor, longsor menutupi badan jalan, maupun persoalan lainnya.

 “Jadi penanganan dilakukan saat ada kejadian itu tujuannya untuk supaya jalur lalu lintas bisa normal dan tidak terjadi stagnan. Artinya, harus ada antisipasi agar jangan sampai terjadi lumpuh total,” tuturnya.

 Gafur menjelaskan, untuk kondisi jalan dari Tanjung Selor menuju perbatasan Bulungan-Berau itu, saat ini memang ada beberapa titik yang mengalami longsor. Tapi longsor di sini bukan longsor dalam kata arti berat.

 “Longsor itu ada kategorinya, ada longsor ambruk, sliding dan penurunan badan jalan. Jadi yang di kita itu masuk kategori penurunan badan jalan,” sebutnya.

 Adapun dua titik longsor kategori penurunan badan jalan yang terjadi di jalur Bulungan-Berau itu diperkuat pengamanannya dengan pemasangan rambu. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam berlalulintas.

 Apalagi pada arus mudik dan balik lebaran nanti volume jumlah kendaraan yang melintas pasti akan meningkat, sekalipun tidak signifikan. Hal ini juga tetap menjadi atensi agar tetap berhati-hati supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

 “Peningkatan jumlah kendaraan itu ada, tapi tidak signifikan. Karena kita di Kaltara ini juga ada terbantu dengan angkutan jalur air. Tapi kami berharap masyarakat tetap berhati-hati dalam berkendara,” pungkasnya. (iwk/har)

 

 

Editor : Azwar Halim
#kaltara #tanjung selor