Salah seorang warga Tanjung Selor, Yuni mengaku terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK). Sebab, air tampungan di rumahnya juga habis. “Mulai pagi air tidak mengalir,” kata Yuni kepada Radar Kaltara
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab layanan air bersih tidak kunjung mengalir. Karena tidak ada pemberitahuan.
“Awalnya, saya kira ada pipa bocor. Tetapi, saya tanya tetangga katanya air di rumahnya juga tidak mengalir sejak pagi,” ungkapnya.
Diharapkan, air bersih bisa kembali mengalir. Karena depot isi ulang air minum sudah banyak yang tutup akibat stok airnya habis. “Iya, mudahan bisa segara hidup. Kalau begini terus bisa stres kita,” bebernya.
Hal senada diungkapkan Rahman, ia terpaksa harus menumpang mandi ke rumah saudara karena pasokan air bersih di rumahnya tak kunjung mengalir. “Tadi pagi mau ke kantor, air mati,” ujarnya.
Menurutnya, air kembali mengalir sekitar pukul 11.55 Wita. Namun, pasokan air masih keruh. “Percuma saja kita tampung kalau airnya keruh. Tidak bisa dipakai,” ungkapnya.
Ia pun berharap kepada pemerintah untuk segara menyelesaikan persoalan ini. Sebab, kejadian ini bukan kali pertama terjadi. “Kalau di rumah saya sudah sering airnya keruh dan berbau,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Danum Benuanta Bulungan, Winardi mengakui adanya gangguan layanan tersebut. Itu terjadi karena adanya trouble (masalah) pada pengelolaan air bersih. “Ada trouble di pompa injeksi kimia,”ungkapnya.
Petugas PDAM Danum Benuanta bergerak cepat untuk melakukan perbaikan. Selama proses itu, diakuinya air tidak terdistribusi. “Proses perbaikan itu tidak lama,” bebernya.
Namun, setelah dilakukan perbaikan perlu dilakukan penyesuaian lagi. Itulah sebabnya air yang didistribusikan keruh. “Kita harus mengatur ulang sampai normal. Jadi, selama proses itulah air keruh,” ungkapnya.
Dikatakan, kejadian trouble ini bukan faktor kesengajaan. Namun, hal itu langsung diperbaiki. Walaupun, pendistribusian air bersih sempat terhenti.
“Tetapi, saya pastikan sekarang ini air sudah kembali mengalir. Tidak sampai setegah hari,” pungkasnya. (jai/har) Editor : Azwar Halim