Melewati jalan protokol di ibu kota Provinsi Kaltara, kendaraan yang dihiasi lampion ini mengundang perhatian masyarakat Tanjung Selor untuk menyaksikan langsung dari dekat.
Tak ayal jalan protokol seperti Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Pahlawan, Jl. Kolonel Soetadji, Jl. Skip I, Jl. MT Haryono dan depan Kelenteng Ta Pek Kong yang berada di Jl. Jenderal Sudirma. dipadati warga.
Kepada Radar Tarakan, Ketua Lembaga Pelestarian Tradisi Tionghoa Bulungan, Satya Bahari mengatakan, karnaval mobil lampion merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.
"Selain dalam rangka festival Imlek dan Cap Go Meh, karnaval mobil hias ini juga memeriah perayaan Cap Go Meh (hari ke 15 Imlek) malam besok (hari ini)," kata Satya Bahari didampingi tokoh Tionghoa Adie Chandra, Titi dan Allen Teddy.
Pria yang akrab disapa Abay menambahkan, tradisi warga Tionghoa ini juga untuk menghibur masyarakat Tanjung Selor, dan agenda ini selalu dinanti nanti warga Tionghoa maupun masyarakat Bulungan pada umum.
"Ke depan kita berharap banyak dukungan dari pemerintah agar even even semacam ini lebih meriah lagi ke depan," ujarnya.
Sementara Ketua Panitia Festival Imlek dan Cap Go Meh, Hendy Dermawan mengakui jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan karena hanya 16 peserta.
Sebelum pandemi Covid-19 peserta mencapai 20 mobil hias, bahkan tahun pertama kegiatan ini digelar tembus 50 kendaraan.
"Kita sempat tidak laksanakan karena pandemi Covid-19. Tahun depan kami berharap antusias masyarakat bisa tinggi kembali untuk menyemarakan even tahunan ini," kata Hendy.
Apalagi pesertanya terbuka untuk umum, tidak hanya dari warga Tionghoa tapi juga dari etnis lain termasuk perusahaan perbankan yang ada di Tanjung Selor.
"Sesuai dengan tema yang kita usung, harmoni dalam kebersamaan. Harapan kita semua warga kabupaten Bulungan, rukun, damai dan sejahtera,"tutupnya.
Sekadar informasi selain carnaval mobil lampion, aksi barongsai Paramitha Lion Dance juga menyedot perhatian masyarakat.(*)
Editor : Sopian Hadi