- Tanjung Selor - Long Bawan
- Tarakan - Long Bawan
- Tanjung Selor - Long Ampung
- Malinau - Long Ampung
- Tarakan - Long Ampung
- Tanjung Selor - Mahak Baru
- Malinau - Mahak Baru
- Tanjung Selor - Pujungan
- Malinau - Tau Lumbis
- Malinau - Long Alango
- Malinau - Long Sule
- Malinau - Data Dian
- Tanjung Selor - Long Alango
- Malinau – Pujungan
SUMBER: DISPERINDAGKOP DAN UKM KALTARA
TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) secara resmi memulai penerbangan perdana program subsidi ongkos angkut (SOA) penumpang ke wilayah perbatasan Kaltara pada Jumat (18/11).
Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang mengatakan, program SOA penumpang yang pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kaltara tahun 2022 ini bertujuan untuk membantu meringankan beban biaya transportasi masyarakat perbatasan yang belum ditembus akses darat.
Disebutkannya, untuk harga tiket pesawat ke wilayah perbatasan Kaltara dari Tanjung Selor itu ada yang sampai Rp 1,8 juta. Tapi setelah diberikan subsidi oleh Pemprov Kaltara, masyarakat hanya membayar antara Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu.
“Ini tergantung rutenya. Persyaratannya hanya menunjukkan KTP dan ini (SOA penumpang) tidak berlaku untuk umum, hanya untuk masyarakat perbatasan,” ujar Zainal kepada Radar Kaltara saat ditemui usai melepas penerbangan perdana SOA penumpang di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor.
Artinya, untuk masyarakat umum yang ingin ke wilayah perbatasan di provinsi ke-34 ini harus tetap membayar full sesuai dengan harga tiket normal. Karena tidak ada subsidi yang diberikan dari pemerintah.
Untuk program SOA penumpang yang dianggarkan di APBD-P Kaltara tahun 2022 ini dianggarkan sekitar lebih dari Rp 5 miliar dengan tujuan penerbangan ke 14 rute di wilayah Kabupaten Nunukan dan Malinau. “Jadi ada yang tujuan yang ke Long Bawan, Long Ampung, Mahak Baru, Pujungan, Long Sule, Tau Lumbis, Long Alango, Data Dian dan ke beberapa daerah yang tidak ada akses daratnya,” ujar mantan Wakapolda Kaltara ini.
Zainal mengatakan, program SOA penumpang ini akan kembali dilaksanakan pada tahun 2023 dan seterusnya sebagai bentuk pemberian pelayanan yang optimal kepada masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.
“Untuk polanya nanti kita akan ubah, yaitu dengan sistem carter pesawatnya selama satu tahun. Sehingga kapanpun masyarakat ingin menggunakan (pesawat) ini selalu siap,” sebutnya.
Dikatakannya, keberadaan SOA penumpang ini sangat membantu masyarakat, karena yang berangkat perdana ini ternyata sudah sekitar dua minggu mereka menunggu di ibu kota provinsi untuk layanan penerbangan ke perbatasan.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltara, Hasriyani menambahkan, untuk pemberian subsidi terhadap penumpang itu sudah ada hitung-hitungannya tersendiri.
“Jadi mereka itu hanya membayar antara Rp 300-400 ribu per penumpang. Jadi beda dengan SOA barang yang pengangkutannya disubsidi 100 persen, tinggal penjualan barangnya saja yang kita awasi,” singkatnya. (iwk/eza) Editor : Azwar Halim