Usai melihat progres pembangunan PLBN Long Nawang, Wagub merasa bangga dan terharu fisik bangun yang nantinya jadi kehormatan negara di perbatasan itu sudah mulai terlihat. “Pada intinya kita bangga ya sekarang wujud dari perhatian pemerintah sungguh-sungguh mengelola perbatasan sudah mulai kelihatan nyata. Saya kira ini (PLBN) rangkaian dari semua program pemerintah yang sedang diwujudkan di perbatasan,” ujar Wagub Kaltara Yansen TP, Kamis (14/4).
Dikatakan Wagub, pada Rabu (13/4) sudah melihat link atau trase jalan dari Mahakam Hulu, Kalimantan Timur (Kaltim) menuju Apau Kayan dan dilanjutkan ke PLBN Long Nawang yang nantinya saling berkaitan dengan jalan perbatasan. Pembangunan di perbatasan ini adalah model kinerja pemerintah untuk mewujudkan kehadiran negara di perbatasan.
Sehingga dengan demikian diharapkan ke depan harga diri semangat dan gairah masyarakat perbatasan harusnya lebih tinggi lagi dari yang sudah. Kalau soal idealisme kebangsaan, Wagub mengaku tidak ragu dengan masyarakat di Apau Kayan. Namun karena masih belum adanya PLBN, maka menjadi menjadi kelemahan dan kekurangan berkaitan dengan legalitas aktivitas masyarakat ke luar masuk dari Malaysia ke Indonesia dan juga sebaliknya. “Ini suatu hal yang sangat kita dambakan dan sudah jadi, sehingga dengan ke depan nanti kalau orang Indonesia ke Malaysia tidak ada alasan lagi mereka tidak dapat perlindungan dari negara bahkan dari Malaysia atau negara yang dikunjungi,” ucapnya.
Karena selama ini, lanjut Bupati Malinau dua periode ini, banyak orang luar datang secara ilegal dan sembunyi-sembunyi. Sehingga jika terjadi sesuatu atau meninggal akan dikubur begitu saja karena tidak ada identitas. Tapi kalau ada PLBN, maka ada catatan registrasi masuk dan keluar dari Indonesia. Jadi kalau hilang dan ada sesuatu yang terjadi bisa diketahui. “Saya kira ini wujud dari PLBN. Tidak sederhana, karena ini harga diri dan kehormatan bangsa,” tegas penulis buku berjudul Mengkhianati Keputusan Sendiri ini.
Kepada pekerja dan pelaksana pembangunan PLBN, Wagub mengharapkan agar mengerjakan PLBN secara serius. Sebab, melihat kualitas bangunan saja orang sudah menghargai Indonesia dan melihat kualitas bangunan orang juga sudah bisa mengecilkan kualitas negara. Jadi harus dikerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh karena PLBN adalah nilai bangsa dan kehormatan negara. “Ini pasti menjadi lintasan. Di sini (Kaltara) ada empat lintasan, pertama PLBN Sebatik, kemudian PLBN Labang, kemudian di Krayan dan di Long Nawang ini. Jadi keluar masuk ke Indonesia itu lewat empat titik ini. Sehingga dengan demikian tentu harapan kita nanti ini tentu akan menjadi ramai,” ujarnya lagi.
Wagub juga menyampaikan agar memperhatikan fasilitas lainnya untuk melengkapi PLBN. Seperti rumah ibadah yang menggambarkan warna yang lengkap. Kemudian tempat berolahraga dan aktivitas pendukung lainnya. Karena itu sangat dibutuhkan apalagi penempatan pegawai dari lintas instansi. “Ya enggak mungkinlah orang ditaruh di situ tanpa ada aktivitas lain. Termasuk perpustakaan. Mereka ke sini kan juga harus diberi pengembangan nilai. Ya jangan sekadar ditugaskan tetapi tidak ada kita menjaga aktivitasnya semakin baik. Jangan dibuang ibaratnya seperti itu,” harapnya.
Kalau ada fasilitas pendukung lainnya, kata pria yang punya singkatan nama. YTP ini, tak hanya pegawai PLBN yang nyaman, tapi orang yang melintas pun juga menikmati.
Untuk itu ia mengharapkan kepada pelaksana pembangunan dan Kementerian-PUPR sebelum diserahkan ke BNPP, fasilitas pendukung harus ada.
“Selamat bekerja, selamat puasa, jaga kesehatan, jaga keselamatan dan jaga kehormatan kita juga,” pesannya.
Kepala Seksi Pelaksana Wilayah l Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltara, Asmirandi, S.T, menjelaskan pembangunan PLBN Long Nawang adalah kegiatan tahun jamak yang dimulai pada tahun 2019 lalu dan ditargetkan kan selesai tahun 2022. Namun akan terlambat selesai karena adanya pandemi Covid-19 selama dua tahun ini. “Ini kegiatan multiyears, rencana kemarin di 2019 dan ini sebenarnya tahun 2022 selesai. Tapi karena pandemi berlangsung 2 tahun ini, makanya material dari sebelah (Malaysia) kita terhambat dan stok dari Indonesia terlambat juga, mungkin insyaallah di tahun 2003 terlaksana 100 persen,” ujar pria yang akrab disapa Randi ini sambil menyebutkan bahwa progres pembangunan PLBN Long Nawang per Kamis (14/4) berada dikisaran 38-40 persen.
Terpisah, di tempat yang sama, Sularno, General Superintendent PT PP mengatakan, pihaknya ditugaskan perusahaan untuk menuntaskan pembangunan PLBN Long Nawang pada bulan Desember walaupun kondisi cuaca dan alam Kalimantan yang cukup berbeda dari daerah lainnya. “Kami sebagai kontraktor di bangunan PLBN ini ditugaskan dari manajemen PP untuk menuntaskan pekerjaan PLBN yang ditarget Desember harus tuntas. Dengan kondisi cuaca, alam dan kondisi angkutan material yang sangat luar biasa tetapi kami tetap terus semangat bahwa PLBN ini akan tuntas dengan hasil kualitas mutu yang didambakan dan bisa menjadi kebanggaan kita di masa depan untuk anak cucu kita,” ujar Sularno.
Dia merasa bangga karena sebagai bagian dari rakyat Indonesia dari luar Kaltara bisa turut membangun fasilitas negara di tanah Borneo agar beranda depan Indonesia lebih bagus lagi. “Sekali lagi, target untuk pembangunan sampai Desember ini semoga saja bisa kita tuntaskan,” ucapnya.
Untuk saat ini bangunan yang sudah terlihat fisiknya sebut dia, yaitu bangunan rumah ibadah, foodcourt, sama mes 1 karyawan dan akses jalan. Kemudian bangunan lainnya yang akan dibangun juga yaitu mes 2 dan bangunan inti sistem perkantoran yang terdiri dari dua lantai.
“Lantai satu untuk akses masuk kedatangan dan keberangkatan, atasnya lantai dua untuk proses perkantoran dan power house untuk listrik. Listrik kita nanti penerangannya pakai solarcell. Ada juga tempat parkir untuk foodcourt umum juga kita sediakan dan bangunan pendukung lainnya,” terangnya. (ags/lim)
Editor : Azwar Halim