Ketua Asosiasi Masyarakat Perikanan dan Kelautan (AMPK) Pulau Bunyu, Hariyono saat dikonfirmasi membenarkan adanya kapal kurau tenggelam di perairan Bunyu. Informasinya kejadian ini terjadi Minggu (20/2) malam saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.
"Jaring mereka (nelayan kurau) tersangkut di jangkar kapal Kalimantan Palm," kata Hariyino kepada Radar Tarakan.
Akibatnya, kapal dengan tiga orang kru tersebut tenggelam. Namun, dalam kejadian ini dipastikan tidak ada korban jiwa. "Tadi malam tiga orang itu sudah dievakuasi. Tidak ada korban jiwa," tutupnya.
Sementara itu, menurut keterangan Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Tarakan, Rustam, kapal milik nelayan tersebut memang sudah tenggelam sebelum adanya kapal Kalimantan Palm. Kemudian, pemilik kapal dievakuasi dari kapalnya yang tenggelam.
Namun, saat kapal Kalimantan Palm berjangkar di sekitar lokasi kapal nelayan yang tenggelam, jangkar kapal tersebut tersangkut pada jaring ikan di kapal nelayan yang tenggelam. Alhasil saat jangkar diangkat, bangkai kapal pun ikut terangkat ke permukaan air.
"Jadi, bukan karena tersangkut jangkar tenggelamnya. Sudah tenggelam memang, tapi jangkar kapal yang tersangkut jaring dan kapal yang tenggelam ikut terangkat," jelasnya.(*) Editor : Muhammad Erwinsyah