0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Raider 613/RJA Amankan Perbatasan Papua Nugini

Azwar Halim • Rabu, 17 Maret 2021 | 15:06 WIB
raider-613rja-amankan-perbatasan-papua-nugini
raider-613rja-amankan-perbatasan-papua-nugini

TANJUNG SELOR – Memastikan latihan pratugas Pamtas Penyangga (Mobile) RI-PNG berjalan sesuai dengan aturan, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto kembali menyambangi Kaltara. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung prajurit Batalyon Raider 613/Raja Alam berlatih sebelum diberangkatkan menuju ke Papua dalam rangka tugas operasi.


Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto menyampaikan, sebelum melaksanakan tugas operasi sudah menjadi syarat setiap satuan mendapatkan pelatihan. Lokasi latihan prajurit Yonif 613/RJA dilaksanakan di Bulungan. Sebab, kondisi alamnya tak jauh berbeda dengan kondisi di Papua.


“Sekarang tahapan latihan pra penugasan yang dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Palas Utara. Bersama unsur Komandan Korem 092, Komandan Brigade dan seluruh satgas yang akan melaksanakan tugas. Dan setelah ini dilakukan pengecekan kesiapan secara keseluruhan,” ucap Heri Wiranto.


Dijelaskan, kesiapan dilakukan mulai dari satuan, Kodam, Mabes AD hingga Mabes TNI. Jika sudah dinyatakan telah siap, prajurit Batalyon Raider 613/Raja Alam akan berangkat menuju Papua yang direncanakan April mendatang.


“Kita menunggu perintah laniutan dari Mabes TNI. Dan kemungkinan pelaksanaan di awal April. Dan untuk pelaksanaan tugas secara rotasi dilaksanakan dalam kurun 1 tahun,” sebutnya.


Lanjutnya, Satgas yang telah dibentuk sudah dengan kesiapan dan memiliki kemampuan yang maksimal untuk mendukung tugas pokok selama bertugas di Papua. Sehingga dalam organisasi yang telah ditentukan sebanyak 450 orang. 


Satgas ini didukung sejumlah satuan seperti pelatih dari Kodam, Rindam. Serta untuk mendukung peningkatan kemampuan telah dikerahkan pelatih yang memiliki pengalaman tugas operasi di Papua. “Untuk meningkatkan kemampuan kita datangkan pelatih yang punya pengalaman tugas di Papua. Kita datangkan pelatih dari Kopassus dan Kostrad untuk membantu menyiapkan latihan ini. Paling tidak memberikan pengalaman kepada prajurit termasuk pembekalan agar benar-benar siap melaksanakan tugas,” jelasnya.


Lebih lanjut disampaikan, pada dasarnya tugas dari Yonif 613/Raja Alam tidak hanya bertugas mengamankan perbatasan. Tetapi, dengan melihat dinamika dan perkembangan saat ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan prajurit juga ikut mengamankan wilayah dari kelompok separatis bersenjata yang ada di Papua Nugini.


“Sehingga, selain mengamankan wilayah, mereka (prajurit) harus siap sewaktu-waktu menghadapi kelompok bersenjata. Ini sebenarnya kita siapkan dalam latihan ini agar benar-benar siap untuk menghadapi itu,” bebernya.


Ia menegaskan sejak awal menyiapkan pasukan Yonif 613/Raja Alam sesuai arahan yang disampaikan agar menyiapkan personel, perlengkapan dan materil yang dibutukan saat melaksanakan tugas. Yang terpenting menyiapkan prajurit untuk terus berlatih dan berlatih. Sehingga, prajurit benar-benar siap saat menjalankan tugas.


“Latihan tentunya sudah kita siapkan dengan sedemikian rupa  agar betul-betul menjadi bekal untuk prajurit melaksanakan tugas. Dan saya selalu menekankan, mereka ini adalah prajurit kehormatan Kodam VI Mulawarman, mereka adalah duta dan perwakilan kita semua di Papua. Harapan kita mereka berhasil, berangkat 450 orang maka pulang 450 orang juga,” pesannya mengakhiri.


Pengamanan Perbatasan Sie Menggaris Tunggu BNPP


KODAM VI Mulawarman masih menunggu Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang melakukan pemeriksaan di perbatasan Nunukan, tepatnya di wilayah Sei Menggaris. Itu dilakukan lantaran sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) sempat diamankan aparat Malaysia setelah berada di wilayah Malaysia tanpa disadari.


Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto menyampaikan, pihaknya masih menunggu hasil pembahasan analisis terkait penetapan BNPP. Sebab, dari hasil pembahasan analisis akan dilanjutkan pembahasan dengan pemerintah daerah dan unsur wilayah yang terkait termasuk Korem 092/Maharajalila.


Dijelaskan, langkah yang dilakukan untuk menemukan solusi dan jalan keluar terkait persoalan yang terjadi di perbatasan harus berdasarkan pertimbangan dan analisa dari BNPP.


“Kita akan sama-sama melakukannya,” ujarnya.


Ditanya penambahan personel, terkait kondisi yang terjadi di perbatasan yang rencananya setiap warga melintas akan dikawal satu personel? Mantan Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Aspers Kasad) menegaskan langkah itu dapat dilakukan berdasarkan hasil analisa.


“Itu upaya (penambahan personel)  yang bisa kita tempuh. Dan kita melihat dan menganalisi dulu permasalah seperti apa dan apa yang bisa kita lakukan,” jelasnya.


Lanjutnya, jika hasil analisa telah selesai dan arahan serta kebijakan pemerintahan telah diputuskan. Sebagai, Pangdam VI/Mulawarman tentunya siap mendukung langkah yang ditetapkan. “Jika ada arahan dari pemerintahan kita akan membantu untuk itu. Secara umum kita semua siap,” tegasnya


Sebelumnya, Asisten Deputi Pengelolaan Negara Wilayah Laut dan Udara BNPP Siti Metrianda, S.STP berkunjung ke Nunukan pada Rabu (10/3).  Berdasarkan kasus sebelumnya, sebenarnya persoalan yang terjadi sudah berulang kali. Baginya, sangat penting membahas kondisi yang ada . Dan ini tidak hanya pada lembaga kementerian. Tetapi bersama pemerintah daerah. Lantaran persoalan yang terjadi sangat kompleks.


Untuk itu, pihaknya akan memfokuskan pada upaya pencegahan, hal pertama yang memang sudah disepakati adalah mengusulkan pembangunan pos jaga. Kemudian melakukan koordinasi lebih erat antara aparat keamanan baik di Malaysia maupun di Indonesia. “Jadi kita harus mempererat kerja sama dan saling pengertian antar pihak Indonesia dan Malaysia atas kondisi yang ada,” tutupnya. (akz/ana)


 


 

Editor : Azwar Halim