Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Anggaran BST Dipangkas 50 Persen

Azwar Halim • Sabtu, 24 Oktober 2020 | 13:15 WIB
anggaran-bst-dipangkas-50-persen
anggaran-bst-dipangkas-50-persen

TANJUNG SELOR – Di awal pandemi Covid-19 lalu, penerima bantuan sosial tunai (BST) diketahui mendapatkan alokasi anggaran setiap keluarga penerima manfaat (KPM) sebesar Rp 600 ribu.


Akan tetapi, di tahapan lanjutan ini alokasi anggaran setiap KPM dilakukan pemangkasan serentak hingga 50 persen. Artinya, per KPM saat ini hanya menerima anggaran sebesar Rp 300 ribu.


Hal ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Pos Cabang Tanjung Selor, Faqih Rudi Marjatmo yang bertindak sebagai penyalur BST terhadap setiap KPM yang terdampak selama pandemi ini. Dikatakannya juga, dengan alokasi anggaran yang menurun diterima oleh KPM ini. Menurutnya semua kebijakan ada di Kementerian Sosial (Kemensos) RI.


“Mungkin ini dikarenakan pandemi ini masih berlanjut. Sehingga bantuan yang awalnya hanya tiga bulan menjadi sembilan bulan atau sampai pada Desember nanti,” ungkapnya kepada Radar Kaltara melalui sambungan telepon pribadinya, Kamis (22/10).


Akan tetapi, lanjutnya, meski dengan menurunnya alokasi anggaran yang ada tersebut. Animo masyarakat yang terdampak untuk mengambil secara langsung BST tak menurun. Mereka yang statusnya maasih terdampak tetap berbondong-bondong pergi ke Kantor Pos di Tanjung Selor ataupun cabang lainnya.


“Tapi, kami dalam teknisnya tetap mengutamakan protokol kesehatan. Baik petugas di loket ataupun warga harus mengikuti protokolnya semua,” ujarnya.


Lalu apakah dengan menurunnya anggaran berdampak pada penyaluran dengan sistem door to door, Faqih sapaan akrbanya menuturkan bahwa tentu saja tidak. Mengingat, Kantor Pos sebagai penyalur anggaran BST sehingga harus tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Terkecuali memang pada titik atau geografis yang dinilai tak sesuai antara besaran anggaran yang disalurkan dan pengeluarannya.


“Komunitas kami tetap jalan ke daerah-daerah yang tidak ada Kantor Pos-nya. Artinya, memang tidak ada alasan anggaran BST menurun sehingga membuat penyaluran sistemnya berubah,” tegasnya.


Namun, pihaknya berharap dalam proses penyaluran memang tidak ada hambatan apapun. Dengan harapan setiap tahapan yang ada dapat berjalan dengan baik. Dan tidak dilakukan secara rapel atau sekaligus tiga bulan ataupun lainnya.


“Kami pun dalam upaya menyukseskan penyaluran dengan melibatkan pihak kecamatan setempat. Jadi, mereka yang turut serta membantu selama proses penyauran ini di lapangan,” jelasnya.


Sementara, tampak dari pantauan awak media bahwa sekalipun anggaran BST menurun. Tampak, warga yang datang dan menerima uang itu mengucapkan terima kasih. Menurut mereka besar kecilnya uang itu tetap memberikan manfaat besar bagi kelangsungan hidupnya. (omg/eza)

Editor : Azwar Halim