Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ditemukan 177 Penderita HIV Baru

Azwar Halim • Kamis, 2 Januari 2020 | 14:21 WIB
ditemukan-177-penderita-hiv-baru
ditemukan-177-penderita-hiv-baru

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat, selama Januari-November 2019 ditemukan 177 penderita baru human immunodeficiency virus (HIV). Jumlah itu meningkat jika dibandingkan tahun 2018 sebanyak 166 orang.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, secara keseluruhan memang ada peningkatan. Jumlah itu belum termasuk data di bulan Desember 2019. “Data itu bisa saja bertambah, karena data untuk bulan Desember belum masuk,” kata Agust kepada Radar Kaltara kemarin.


Di Kaltara, sambung Agust, penderita HIV baru terbanyak terjadi di Kota Tarakan sebanyak 98 orang. Selain HIV baru, pihaknya juga menemukan 66 penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS) periode Januari-September 2019. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan tahun 2018 sebanyak 56 orang.


“Kami juga sudah melakukan pengobatan dengan memberikan antiretroviral (ARV) kepada 355 ODHA (orang dengan HIV/AIDS),” ujarnya.


Meski telah mendapatkan penanganan medis, Dinkes mencatat selama periode Januari-Oktober 2019 sebanyak 148 ODH meninggal dunia. Dan jumlah itu kembali mengalami meningkat jika dibandingkan tahun 2018 yang hanya 134 orang. Jumlah kasus HIV baru menurut jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki sebanyak 61 persen atau 108 orang. “Kalau perempuan hanya 39 persen atau 69 orang saja,” sebutnya.


Dijelaskan, ada empat kelompok yang berisiko tinggi (risti) terinfeksi HIV baru. Di antaranya, wanita pekerja seks (WPS), pria pekerja seks (PPS), lelaki seks lelaki (LSL) dan pengguna jarum suntik (IDU). Selain empat kelompok itu, ibu hamil (bumil) juga bisa terinfeksi HIV baru. Bahkan berdasarkan data yang ada di wilayah Kaltara ditemukan 19 bumil positif HIV.


“19 bumil yang positif HIV itu tersebar di Kabupaten Nunukan, Malinau, Bulungan dan Kota Tarakan,” ujarnya.


Dalam pelayanan tes HIV pada semua kelompok, pihaknya mengimbau agar setiap orang yang akan dites HIV hanya dilaporkan satu kali di tiap semester. Hal itu untuk mencegah terjadinya dua kali pelaporan dalam satu semester, karena setiap orang hanya dites satu kali per 6 bulan. “Jadi kami minta agar pelaporan itu lebih diperhatikan lagi,” tuturnya. (*/jai/eza)

Editor : Azwar Halim