BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan menggelar pertemuan strategis dengan Global Buildings Performance Network (GBPN) dalam rangka pengembangan strategi konservasi energi melalui penerapan Bangunan Gedung Hijau (BGH).
Pertemuan untuk mendorong kontribusi upaya dekarbonisasi yang lebih nyata pada sektor bangunan gedung di Balikpapan ini dilakukan di sela-sela penyerahan penghargaan dari MenPAN-RB kepada Balikpapan sebagai Penyelenggara Inovasi Pelayanan Publik Terbaik 2024 di Jakarta, tengah pekan lalu.
Pertemuan yang dihadiri oleh Pjs Wali Kota Ahmad Muzakkir, Sekkot Muhaimin, Kepala Bappeda Litbang Murni, Kepala DPMPTSP Hasbullah Helmi serta tim ahli dari GBPN ini merupakan tahap lanjutan dari kerjasama antara Pemkot Balikpapan dan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) dengan dukungan GBPN sejak 2022.
Pertemuan menitikberatkan pada langkah strategis yang dapat dilakukan oleh Kota Balikpapan untuk mendorong penerapan konservasi energi melalui BGH di tingkat lokal.
Pada periode ini, kerjasama difokuskan pada upaya implementasi rencana aksi konservasi energi yang telah dikembangkan Kota Balikpapan dengan mencakup tiga kegiatan utama.
Yaitu penyusunan pedoman teknis implementasi BGH, peningkatan kesadaran dan kapasitas pemangku kepentingan dan pengembangan rencana aksi konservasi energi pada sektor bangunan di tingkat lokal dengan Kota Balikpapan sebagai mentor bagi kota-kota lainnya.
Dalam pertemuan terungkap, Balikpapan bersama Tangerang Selatan adalah 2 kota di Indonesia yang dijadikan pilot project program ini.
Secara umum, Pjs. Wali Kota Balikpapan menyambut positif bergulirnya kerjasama tersebut. Ia memberi penekanan perlunya keterlibatan tim ahli bangunan gedung, organisasi asosiasi dan profesi terkait, serta perguruan tinggi dan pihak swasta untuk memastikan inisiatif yang dikembangkan dapat diterima dan dijalankan.
Kolaborasi stakeholders ini menjadi salah satu strategi percepatan penerapan konsep BGH dan ramah lingkungan. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan keterlibatan masyarakat luas.
Misalnya mendorong partisipasi masyarakat dalam melaksanakan praktik-praktik penghematan energi sederhana dan tidak berbiaya tinggi.
“Kita harus dapat menyediakan informasi yang jelas, menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas untuk membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang praktik BGH tersebut,” kata Muzzakir.
Ia menambahkan pentingnya insentif untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat dalam menerapkan bangunan hijau yang rendah emisi.
Muhaimin menambahkan, perwujudan bangunan rendah emisi di Balikpapan sangat mungkin tercapai dengan adanya rencana aksi lima tahun ke depan.
Keberhasilan rencana ini dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. Kerja sama dengan GBPN sudah berjalan sangat baik dan dapat lebih ditingkatkan dengan terus berkolaborasi.
“Kami akan menerima berbagai rekomendasi berbasis data dan akan terus berdialog dengan para pemangku kepentingan di Kota Balikpapan," ungkap Muhaimin.
Senior Manager GBPN Indonesia, Yeni Indra menambahkan pentingnya pendekatan secara kontekstualisasi untuk mendorong reformasi kebijakan yang dapat diimplementasikan di tingkat kota dan selaras dengan arah pembangunan Kota Balikpapan.
Output kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai potensi penghematan energi dan perencanaan strategis yang diperlukan untuk menerapkan bangunan hemat energi di tingkat kota. (ms/jnr)
Editor : Azwar Halim