BALIKPAPAN – Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan mencatat kebutuhan beras di Balikpapan mencapai 5.369 ton. Itu dengan jumlah penduduk sebanyak 738.532 jiwa.
Kepala DP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih mengatakan, rincian konsumsi beras terbagi antara rumah tangga sebesar 4.063 ton. Sementara untuk hotel restoran, dan kafe sebanyak 1.276 ton.
Dia menjamin stok pasokan beras masih aman untuk kebutuhan Kota Minyak. Meski saat ini sudah memasuki musim kemarau. “Stok terakhir sebanyak 10.887 ton. Jadi masih surplus 5.512 ton,” ungkapnya.
Selain beras, kebutuhan terbesar di Kota Beriman yakni komoditas daging ayam dan sapi. Lalu cabai, bawang merah, dan bawang putih.
Dia menambahkan, stok daging ayam dan daging sapi juga masih surplus. Yuyun sapaan akrabnya menuturkan, kebutuhan daging ayam sebanyak 2.648 ton. “Sementara stok ketersediaan sebanyak 5.846 ton,” tuturnya.
Tercatat daging ayam masih surplus sebanyak 3.198 ton. Sedangkan untuk kebutuhan daging sapi sebanyak 488 ton.
Saat ini jumlah stok ketersediaan sebanyak 1.591 ton. “Artinya terdapat surplus daging sapi sebanyak 1.103 ton,” ungkapnya.
Dia menambahkan, begitu pula untuk komoditas pangan lainnya. Menurutnya rata-rata masih terpantau surplus. “Kemudian ada lagi ditambah dengan sisa stok dari bulan-bulan sebelumnya,” imbuhnya.
Yuyun mengatakan, berdasarkan data ini membuat stok bahan pangan terpantau cukup. Meski memasuki peralihan ke musim kemarau. Apalagi memang tidak semua kebutuhan komoditas pangan bisa dipenuhi oleh petani lokal.
Sebagian besar pasokan pangan mengandalkan produksi dari luar daerah. “Sementara ini petani atau peternak lokal baru memenuhi sekitar 25 persen dari total kebutuhan di Balikpapan,” bebernya.
Sehingga terdapat 75 persen berasal dari para distributor dari luar kota. Menurutnya masyarakat tidak perlu khawatir. Pemkot Balikpapan dalam beberapa waktu terakhir sudah melakukan kerja sama dengan beberapa daerah penghasil. (gel/rdh/jnr)
Editor : Azwar Halim