BALIKPAPAN – Sektor pariwisata di Balikpapan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Terlihat dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di kota ini yang terus meningkat. Puncaknya pada Agustus 2024 yang menyentuh level 68,82 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama Prianto mengatakan, okupansi pada Agustus 2024 mencerminkan peningkatan positif dibandingkan bulan sebelumnya, Juli 2024 yang tercatat sebesar 68,77 persen. Serta lonjakan signifikan dibandingkan Agustus 2023 yang hanya 59,22 persen.
"Rata-rata kamar hotel yang terpakai menunjukkan tren kenaikan menggembirakan. Ini menjadi indikasi bahwa sektor pariwisata di Balikpapan semakin berkembang," ujar Marinda, kemarin (4/10).
Peningkatan TPK ini tidak merata di seluruh klasifikasi hotel. Hotel bintang lima mencatatkan TPK tertinggi, mencapai 76,74 persen, meski mengalami penurunan sebesar 0,31 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Marinda menjelaskan, hotel bintang lima biasanya menarik tamu-tamu dari kalangan bisnis dan wisatawan internasional, sehingga mereka menjadi indikator penting dalam pengukuran sektor ini.
Sementara itu, hotel bintang satu dan dua mencatatkan TPK terendah, yaitu 51,14 persen. TPK untuk hotel bintang tiga dan empat masing-masing berada di angka 70,05 persen dan 71,19 persen.
"Perbedaan ini menunjukkan bahwa pasar masih mendominasi segmen yang lebih premium," ucapnya.
Jika membandingkan data tahun ke tahun, Marinda menyebut TPK hotel bintang lima pada Agustus 2024 menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 8,55 poin dibandingkan Agustus 2023, yang mencatatkan TPK sebesar 68,19 persen.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa permintaan akan akomodasi mewah mulai pulih seiring dengan kembali meningkatnya aktivitas bisnis dan wisatawan.
Menariknya lagi, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang selama Agustus 2024 juga menunjukkan angka stabil, yakni 1,75 hari, sama seperti bulan Juli.
Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2023, terjadi kenaikan sebesar 0,10 poin dari 1,65 hari.
Yang menunjukkan bahwa tamu mulai memilih untuk tinggal lebih lama, yang merupakan sinyal positif bagi sektor pariwisata Balikpapan.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa rata-rata lama menginap tamu asing mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,10 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, tamu nusantara mengalami penurunan tipis sebesar 0,01 poin.
Meski demikian, jika dilihat dari sudut pandang tahun ke tahun, kedua segmen ini menunjukkan tren positif dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,01 poin untuk tamu asing dan 0,09 poin untuk tamu nusantara.
"Ini menunjukkan bahwa Balikpapan menarik perhatian baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara," tambah Marinda.
Melihat tren bulanan selama periode Agustus 2023 hingga Agustus 2024, capaian rata-rata lama menginap tertinggi untuk tamu nusantara terjadi pada Mei 2024, yaitu 1,84 hari, sementara tamu asing mencapai 7,45 hari di bulan Maret 2024. Data ini memberikan gambaran tentang perilaku dan preferensi tamu di Balikpapan.
Secara keseluruhan, data dari BPS Balikpapan menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat di sektor pariwisata.
Meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti ketidakpastian ekonomi global dan perubahan perilaku wisatawan, optimisme tetap ada.
"Melihat tren positif ini, kami berharap pemerintah daerah dapat terus berinvestasi dalam infrastruktur dan promosi pariwisata untuk menarik lebih banyak wisatawan. Karena Balikpapan memiliki potensi besar yang perlu digali lebih dalam," tutupnya. (ndu/jnr)
Editor : Azwar Halim