BALIKPAPAN – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melanjutkan program pembangunan sistem drainase perkotaan.
Khususnya drainase Jalan Ruhui Rahayu. Terpantau sejak dua hari lalu, titik pekerjaan drainase depan Musala An-Nur sudah dibongkar.
Itu yang membuat penutupan dan pengalihan jalan pada simpang Jalan Punai Raya – Jalan Ruhui Rahayu selama perbaikan drainase. Rencananya kegiatan pada titik ini akan berlangsung selama 15-28 September.
Kabid Drainase dan SDA Dinas PU Jen Supriyanto mengatakan, ini merupakan lanjutan pekerjaan drainase Jalan Ruhui Rahayu. Proyek ini sebelumnya telah berjalan pada tahun lalu.
Namun sayang kontraktor tidak mampu menyelesaikan tugas. “Kami sudah putus kontrak karena tidak selesai, sekarang kami melanjutkan pekerjaan dengan kontrak baru,” katanya kepada Kaltim Post.
Jen menjelaskan, pekerjaan drainase ini untuk menyelesaikan genangan air yang kerap terjadi di lokasi tersebut.
Pihaknya melakukan pelebaran drainase baik sisi kiri dan kanan jalan untuk membagi air. Biasanya terdapat genangan air di depan Musala An-Nur, imbas aliran air dari dataran tinggi cukup deras.
Nantinya ada tiga titik pekerjaan drainase yang akan dibongkar. Selain depan Musala An-Nur, ada pula perbaikan drainase simpang Jalan Ketinjau – Jalan Ruhui Rahayu.
Lokasi persisnya depan Bakso Jawa Joss. “Terutama yang depan Jawa Joss perlu crossing drainase langsung ke saluran besar,” ucapnya.
Serta satu titik lagi perbaikan drainase simpang Jalan Kutilang Raya – Jalan Ruhui Rahayu, depan kantor LPM Gunung Bahagia.
Dia menambahkan, selama ini arus air dari permukiman di kawasan atas seperti Villa Damai dan sekitarnya cukup banyak.
Itu tidak terbagi dan langsung turun ke drainase di Jalan Ruhui Rahayu. Drainase yang tidak mampu membendung membuat air tumpah ke jalan. Perbaikan drainase ini untuk memecah aliran air terbagi ke saluran besar.
Dia menambahkan, setiap titik drainase menggunakan metode yang berbeda. Misalnya untuk depan musala menggunakan pembuatan saluran dengan pengecoran secara langsung di tempat.
“Sedangkan untuk crossing drainase yang melintang di jalan memakai box culvert agar aliran air bisa lebih cepat,” tuturnya.
Artinya setiap titik drainase berbeda-beda sesuai kebutuhan. Sementara ini, semua masih dalam pekerjaan.
Mulai dari drainase, saluran, crossing, pembangunan trotoar, penataan median jalan masuk dalam paket pekerjaan tersebut. Nilai kontrak sebesar Rp 3,33 miliar dari APBD Balikpapan 2024.
Berdasarkan dokumen kontrak, pekerjaan sudah mulai berjalan sejak 2 Juli. “Mereka mulai perbaikan trotoar dan median jalan. Pembongkaran drainase yang sekarang baru mulai bertahap,” ungkapnya.
Targetnya seluruh pekerjaan bisa rampung selama 150 hari kalender atau 28 November mendatang. Ada pun kontraktor pelaksana CV Dandis dan konsultan pengawas CV Citra Konstruksi. (ms/jnr)
Editor : Azwar Halim