BALIKPAPAN - Setelah sempat terhenti akibat demonstrasi angkutan kota pada 23 Agustus lalu, Balikpapan City Trans kini kembali mengaspal di jalanan Kota Minyak.
Bus ini resmi beroperasi lagi pada Minggu (1/9), membawa perubahan dalam jadwal keberangkatan untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat.
Dari pantauan Kaltim Post, bus Koridor A yang melayani rute Pelabuhan Semayang hingga Bandara SAMS (PP) sudah mulai mengangkut penumpang.
Kini, Balikpapan City Trans hadir dengan jadwal operasional baru yang lebih cepat, dimulai dari pukul 05.30 hingga 21.30 Wita. Untuk memudahkan penumpang dalam memantau keberadaan bus, aplikasi Mitra Darat juga dapat digunakan.
Layanan Balikpapan City Trans masih mencakup tiga koridor utama: Koridor A Pelabuhan Semayang - Bandara SAMS, Koridor B Terminal Batu Ampar via MT Haryono, dan Koridor C Terminal Batu Ampar via Ahmad Yani.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Adwar Skenda Putra, menyampaikan bahwa penyesuaian jadwal keberangkatan ini didasarkan pada hasil survei dan permintaan dari pengguna, khususnya bagi mereka yang pergi bekerja atau mengantar anak sekolah.
"Sebelumnya, keberangkatan pertama dijadwalkan pada pukul 06.00 Wita. Kini, kami majukan menjadi pukul 05.30 Wita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Adwar.
Operasional terakhir bus akan berakhir pada pukul 21.30 Wita, dengan setiap bus dijalankan oleh dua shift sopir. Saat ini, terdapat 17 unit kendaraan yang beroperasi dengan tambahan 2 unit sebagai cadangan.
Adwar juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi terkait perhitungan tarif. "Butuh waktu selama tiga bulan untuk evaluasi perhitungan tarif, lebih cepat dari seharusnya uji coba selama enam bulan. Ini penting karena kendaraan ini menggunakan subsidi," jelasnya.
Meski operasional bus sempat terhenti dan mengalami gangguan di lapangan, evaluasi terus dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memiliki wewenang sebagai operator.
Balikpapan City Trans merupakan bagian dari program penyediaan angkutan jalan dengan skema "buy the service" (BTS) yang digagas oleh Kemenhub. Balikpapan menjadi kota ke-11 yang mendapatkan program tersebut.
Menurut data Dinas Perhubungan, pengguna Balikpapan City Trans telah mencapai 32 ribu orang. Namun, saat ini Kemenhub baru bisa memfasilitasi tiga koridor utama di kota ini.
"Saat ini, wilayah lain tetap terisi dengan bantuan angkot," tambah Adwar. Operasional Balikpapan City Trans akan dikelola oleh Kemenhub selama tiga tahun sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah jika mereka telah mampu memenuhi sarana pendukung.
Meski Balikpapan City Trans saat ini belum dikenakan tarif, setiap penumpang diwajibkan untuk melakukan tap dengan uang elektronik.
Pihak Dishub masih menunggu penetapan tarif resmi yang akan disampaikan melalui SK Menteri Perhubungan.
Dengan kembalinya Balikpapan City Trans beroperasi, diharapkan masyarakat dapat menikmati layanan transportasi umum yang lebih baik dan nyaman, sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka. (kpg/jnr)
Editor : Azwar Halim