Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BI: Dampak Kenaikan PPN Terhadap Inflasi dan Ekonomi Masih Terbatas

Radar Tarakan • Jumat, 20 Desember 2024 | 10:00 WIB

 

INT /  BERPENGARUH: Kenaikan PPN menjadi 12 persen diperkirakan akan memberikan andil terjadinya inflasi namun tidak signifikan.
INT / BERPENGARUH: Kenaikan PPN menjadi 12 persen diperkirakan akan memberikan andil terjadinya inflasi namun tidak signifikan.

JAKARTA - Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menilai, dampak kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terbatas. Perlu dianalisis lebih lanjut, terutama terkait barang-barang yang akan terpengaruh.

Barang yang akan terkena dampak kenaikan PPN sebagian besar adalah barang-barang premium. Seperti bahan makanan premium, jasa pendidikan, pelayanan kesehatan medis premium, serta listrik untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500-6.600 VA.

”Dampak kenaikan PPN ini harus dilihat berdasar bobot barang-barang tersebut dalam IHK (indeks harga konsumen), yang menggunakan SBH (survei biaya hidup) 2022. Ternyata, sekitar 52,7 persen dari bobot IHK terpengaruh oleh kenaikan ini,” beber Aida di Kantor Pusat BI, Rabu (18/12).

Meskipun kenaikan pajak dapat memicu kenaikan harga, dampaknya terhadap inflasi diperkirakan tidak terlalu besar.

Berdasar pengalaman historis, sekitar 50 persen dari kenaikan PPN biasanya diteruskan langsung ke harga barang atau jasa (pass-through effect). Berdasar perhitungan BI, dampak ini diperkirakan akan menambah inflasi sekitar 0,2 persen.

”Apakah ini besar? Tidak terlalu, karena berdasar proyeksi kami, inflasi pada 2025 akan berada sedikit di atas kisaran target inflasi BI, yakni antara 1,5 sampai 3,5 persen. Ini juga dipengaruhi faktor-faktor lain seperti penurunan harga komoditas global,” ucap Aida S. Budiman.

 Baca Juga: Pengedar Sabu di Pulau Derawan Ditangkap

Meskipun kenaikan PPN dapat mempengaruhi inflasi, Aida menegaskan, bank sentral akan terus menyesuaikan kebijakan moneter untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali dalam target yang telah ditetapkan.

Sinergi antara BI dan pemerintah, baik pusat maupun daerah, juga sangat penting untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengantisipasi gejolak harga.

Terkait dampaknya terhadap produk domestik bruto (PDB), Aida memperkirakan, kenaikan PPN hanya akan memberikan pengaruh kecil, sekitar 0,02-0,03 persen.

Mengingat, terdapat faktor lain, seperti paket stimulus ekonomi 2025 yang diumumkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dapat mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.(jpg/ana)

Editor : Azwar Halim
#bi #ekonomi #inflasi #jakarta #ppn