Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Aktivitas Berlayar 1 Januari Diperketat

Radar Tarakan • Senin, 16 Desember 2024 | 10:00 WIB
LAYANAN: Angkutan perairan di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
LAYANAN: Angkutan perairan di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) akan memperketat aktivitas berlayar speedboat yang digunakan sebagai angkutan umum di perairan Kaltara pada 1 Januari 2025 mendatang.

Hal itu dilakukan sebagai evaluasi dari musibah kecelakaan speedboat yang terjadi di perairan Sungai Kayan pada empat tahun lalu, tepatnya di sekitaran Kuliner Tepian Kayan (Kulteka) Tanjung Selor.

“Harapannya sama seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk di 1 Januari itu angkutan perairan akan sedikit kita kurangi. Ini karena situasi,” ujar Andi Nasuha, Plt. Kepala Dishub Kaltara kepada Radar Tarakan beberapa waktu lalu.

 Baca Juga: Libatkan Kamera Pemantau dan Tim Reaksi Cepat

Menurutnya ini dilakukan karena situasional, karena pada saat malam pergantian tahun itu tentu banyak dari mereka yang menjadi nakhoda speedboat ini akan ikut merayakan pergantian tahun hingga subuh.

“Tentu ini isa membuat badan jadi tidak fit. Ini kalau dipaksakan bisa berbahaya, makanya yang betul-betul ditekankan itu yang kondisinya fit saja baru bisa berlayar. Karena dari data KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) laka yang sebelumnya itu karena human error,” bebernya.

Makanya untuk angkutan perairan ini, yang paling utama dan harus betul-betul dipastikan itu adalah soal kesiapan dari nakhoda, apakah dia dalam kondisi fit atau tidak. Jika tidak, lebih baik tidak usah dipaksakan.

 Baca Juga: Jadi Pengedar, Warga Songka Batu Sopang Diringkus Polisi

“Jangan sampai nanti mereka tidurnya subuh, pagi langsung beroperasi. Itu tidak kita perkenankan, karena berbahaya,” tegasnya.

Pastinya, dalam hal ini pihaknya bukan dalam hal melakukan pengurangan armada, melainkan lebih memperketat soal kesiapan berlayarnya.

“Kalau armada siap, tapi yang mengoperasikan itu harus yang fit dulu. Jadi itu situasional, kita tidak mau juga mengoperasikan armada kalau tidak safety, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (iwk/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #dishub #tanjung selor #berlayar #Aktivitas