Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kota MICE, Genjot Fasum dan Sarpras, Prioritas Alokasi Penggunaan APBD 2025

Radar Tarakan • Sabtu, 30 November 2024 | 10:00 WIB

 

KP FASILITAS PUBLIK: Taman kota dan ruang bermain ramah anak, salah satu fasilitas umum dan sarana publik yang mendapat atensi serius dari Pemkot Balikpapan dalam alokasi penggunaan APBD.
KP FASILITAS PUBLIK: Taman kota dan ruang bermain ramah anak, salah satu fasilitas umum dan sarana publik yang mendapat atensi serius dari Pemkot Balikpapan dalam alokasi penggunaan APBD.

BALIKPAPAN – Prioritas penggunaan anggaran pada 2025 masih fokus pada pembangunan yang menyentuh layanan masyarakat. Ini melanjutkan pembangunan yang masih berjalan on progress pada tahun ini di Kota Minyak.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, pembangunan ruang publik hingga fasilitas umum menjadi prioritas.

“Balikpapan sebagai kota Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). Jadi semua sarana harus tersedia,” katanya.

Menurutnya fasilitas umum ini penting karena Balikpapan merupakan kota jasa, industri, dan perdagangan. Fasilitas ini harus disiapkan agar orang-orang yang datang betah untuk memilih aktivitas di Kota Beriman.

“Sebenarnya sekarang banyak pembangunan masih dalam proses. Baik ruang terbuka hijau, fasilitas umum, penyediaan UMKM, semua harus disiapkan,” ungkapnya.

Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, pihaknya siap bekerja. Menuju akhir tahun setiap komisi akan turun ke lapangan. Ini menjalankan fungsi anggota dewan dalam pengawasan kinerja pemerintah. Misalnya Komisi III krusial karena membidangi pembangunan.

Dia melihat ada beberapa kegiatan belum rampung. Termasuk pembangunan kantor DPRD Balikpapan yang terus menjadi perhatiannya. Informasinya progres pembangunan masih 70 persen. “Soal bisa diperpanjang atau tidak, saya mau melihat aturan dulu," ujarnya.

Alwi menuturkan, informasinya boleh ada perpanjangan jika progres pekerjaan diatas 95 persen.  Apapun alasan kendala, dia berharap itu tidak menjadi penghalang dan tidak bisa menerima alasan begitu saja.

"Kalau bisa tidak ada perpanjangan waktu, tapi bisa selesai semua. Nanti saya konfirmasi lagi berapa progres terakhir," ujarnya.

Dia menjelaskan, soal proyek fisik sudah hampir rampung. Namun untuk pengadaan barang yang masih berproses. Sebab ini menjadi pengadaan terpisah. “Seperti lift dalam pengiriman dan pengadaan lainnya,” tutupnya. (ms/jnr)

Editor : Azwar Halim
#fasum #sarpas #penggunaan APBD #Alokasi #prioritas #Kota MICE #balikpapan #Genjot