Dalam sambutannya Hj. Rahmawati mengapresiasi terselenggaranya kegiatan oleh Yayasan Sejarah dan Budaya Kaltara menghadirkan penulis Buku “Menggugat Subversif Bultiken 1964” Joko Supriyadi, M.T, dan Penulis Buku “Nun Kabor Peradi?” Ida Ayu Parlina, M.AP.
Dalam kegiatan tersebut Hj. Rahmawati menerima secara simbolis 6 buku anak karya penulis Kaltara dan membagikan kepada siswa sekolah dasar dalam acara bedah buku tersebut.
Turut hadir Pendiri Yayasan Sejarah dan Budaya Kaltara, Hj. Ainun Farida, Yayasan Sultan Maulana Muhammad Djalaluddin, Raja Muda H. Datu Dissan Maulana M.M.Dj, dan Akademisi Universitas Kaltara (Unikaltar), Jimmy Nasrun, M.A.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan minat baca masyarakat khususnya anak-anak melalui bedah buku dan peluncuran buku anak, dapat mengenalkan berbagai jenis buku dan penulisnya,” kata Hj. Rahmawati.
Dalam kesempatan itu, Hj. Rahmawati menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan literasi di Kalimantan Utara. Yang juga menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Melalui kegiatan bedah buku dapat menjadi sarana untuk berbagi ilmu dan pengalaman tentang literasi, kita dapat saling belajar dan bertukar informasi tentang berbagai hal terkait literasi,” tuturnya.
Ia juga meminta seluruh pihak, baik akademi dan masyarakat untuk terus mengadakan acara serupa seperti bedah buku dan terus menggalakkan budaya membaca di tengah masyarakat. (dkisp) Editor : Azwar Halim