PEP Bunyu Field Manager Andry Sehang menjelaskan bahwa pelatihan bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang prosedur tanggap darurat dan melatih kesiapan tim SERT dalam menghadapi bencana dan menerapkan manajemen krisis keadaan darurat baik internal maupun eksternal secara cepat dan tepat yang akan mendukung keselamatan operasi migas.
“Aspek keselamatan merupakan prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasi dan bisnis Perusahaan, oleh karena itu Perusahaan senantiasa menjalankan praktik-praktik HSSE terbaik dalam pengelolaan operasi migas segingga dapat menghasilkan energi yang selamat, ramah lingkungan serta berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Andre, kegiatan latihan tanggap darurat ini merupakan salah satu upaya Perusahaan untuk memastikan keselamatan seluruh pemangku kepentingan, pekerja, mitra kerja, dan masyarakat yang berada di wilayah operasi Perusahaan.
Pada kesempatan terpisah, Manager HSSE Zona 10 Rotua Elyzabeth menambah bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan upaya mempersiapkan SERT dalam menghadapi kondisi darurat serta untuk melatih manajemen krisis di Bunyu Field, dan memastikan penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak dapat dilakukan secara cepat dan tepat untukmencegah terjadinya eksalasi.
“Pelatihan dilakukan selama 2 hari antara tim SERT Bunyu Field, KUPP Bunyu serta Puskesmas Bunyu dilakukan untuk meningkatkan kerjasama, komunikasi serta koordinasi antar instansi terkait dalam penanganan keadaan darurat di Bunyu,” pungkasnya.
PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 yang dinakhodai oleh PHI. Dalam menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG (Environment, Social, Governance), PEP Bunyu Field bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang selamat, efisien, handal, patuh, dan ramah lingkungan demi mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia. Editor : Azwar Halim