TARAKAN Komitmen Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi dan cita-cita sebagai perguruan tinggi terdepan di Indonesia khususnya di perbatasan bukan slogan semata.
Berbagai program kegiatan pendidikan terus menerus digalakkan. Salah satunya kuliah umum yang rutin digelar dengan menghadirkan narasumber nasional. Sehari setelah menghadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof DR Yohana Susana Yembise, UBT kembali melaksanakan kuliah umum bertema “Energi Berkeadilan, Capaian ESDM” dengan menghadirkan narasumber Arcandra Tahar, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu (14/11) di Lantai 4 Gedung rektorat UBT.
Kuliah umum yang dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari alumni, mahasiswa,dosen, dan civitas akademika UBT serta tamu undangan berlangsung dengan sangat antusias mengikuti kuliah umum tersebut.
Dalam penyampaiannya, Arcandra Tahar secara interaktif menjelaskan terkait pentingnya cita-cita pendiri bangsa yang tertuang dalam pasal 33 UUD 1945 yang berkenaan dengan pengelolaan sumber daya alam.
Menurutnya, cita-cita ideal founding father kita ada empat hal yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam.
Pertama, sumber daya alam kita harus dikelola oleh putra-putri bangsa Indonesia. Kedua, teknologi dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia harus dari teknologi yang diciptakan oleh bangsa Indonesia. Ketiga, pendanaan dalam pengelolaan sumber daya alam harus berasal dari pendanaan dalam negeri. Keempat, hasil dari pengelolaan sumber daya alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan dalam negeri.
“Kalau ada sisanya baru kita ekspor, kata Arcandra Tahar. Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai cita-cita tersebut, maka kita harus berpikir rasional, optimis dan realistis. Olehnya itu, kepada anak muda Indonesia ia berpesan untuk tetap gelorakan semangat optimisme. Bahwa kita harus realistis tidak hanya mimpi. Bahwa kita punya persoalan, persoalan ini harus kita selesaikan. Harus punya optimisme, gantungkan cita-cita setinggi mungkin. Anak muda harus berdaya saing hingga ke tingkat internasional , kalau perlu ikut di sirkuit-sirkuit internasional, tidak hanya di Tarakan, harap Arcandra Tahar.
“Dukungan pemerintah terkait peningkatan SDM generasi muda sangat banyak. Dari sisi regulasi pemerintah misalnya melalui program LPDP dengan mengirim mahasiswa ke luar negeri untuk belajar yang kemudian ilmunya diterapkan di Indonesia. Infrastruktur begitu banyak yang sudah dibangun oleh Presiden Jokowi, jelasnya
Terpisah, Rektor UBT, Profesor Dr Adri Patton M.Si memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar atas kesediaannya memberikan kuliah umum di UBT.
“Saya memberi apresiasi kepada Wakil Menteri ESDM atas kunjungan dan kuliah umum, sungguh materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan tentunya membuka cakrawala berpikir mahasiswa, ucap Prof Adri Patton.
Adri Patton menilai bahwa kunjungan para menteri ke perbatasan tentunya bertujuan dalam hal pemerataaan dan percepatan pembangunan. Salah satu program Nawa Cita oleh Presiden Jokowi yakni membangun Indonesia dari pinggiran. Dalam hal ini UBT terus berupaya untuk bersinergi.
“Khususnya UBT dalam kesempatan ini kami sudah melakukan rapat senat bahwa satu-satunyanya cara supaya percepatan pembangunan, mendapatkan bangunan, termasuk yang mangkrak, gedung serbaguna adalah dengan mengharapkan CSR (corporate sosial responbility) yang wajib diberikan oleh para pengusaha-pengusaha yang mengelola sumber daya alam yang ada di Kaltara.
Salah satunya adalah Pertamina. Seperti kita ketahui bahwa sumber daya alam khususnya minyak dan gas (Migas) di Tarakan sudah dikelola oleh Pertamina sejak lama. Tentunya kita bertanya apa yang sudah diberikan oleh Pertamina terhadap dunia pendidikan khususnya yang ada di UBT?, bebernya.
Menurut Prof Adri Patton, karena UBT setiap tahunnya melaksanakan dua kali wisuda, tentunya butuh bangunan yang memadai. Selama ini dalam pelaksanaan wisuda banyak kendala dalam hal fasilitas infrastruktur. Kalau di Malang, Pertamina bisa memberikan CSR kepada Universitas Brawijaya dalam hal pembangunan gedung DOM. Saya berharap di Kaltara, Pertamina juga bisa memberikan CSR untuk pembangunan gedung serbaguna di UBT yang sudah kami ajukan, tambah Prof Adri Patton.
Selain itu, Prof Adri Patton juga menginformasikan bahwa untuk tahun 2020 UBT dipercaya dan ditunjuk menjadi tuan rumah kegiatan internasional Festival Tari Borneo (FTB) yang sebelumnya terlaksana dengan baik di Bintulu, Serawak Malaysia.
“Di mana pelaksaannnya harus di gedung Indoor area kampus. Karena ini gaungnya internasional tentunya yang kita bawa adalah nama baik bangsa, olehnya itu harus didukung dengan infrastrukur yang memadai. Salah satunya dengan percepatan pembangunan serbaguna di UBT,” jelasnya. (adv/app/sur)
Editor : Sopian Hadi