alexametrics
25.7 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Akhir November Wisata Giram Diresmikan

NUNUKAN – Pesona alam yang dimiliki Lumbis Pansiangan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Jika tidak ada halangan keindahan itu dapat dinikmati melalui paket wisata Lumbis Pansiangan akan dilaunching pada 20 November 2021 mendatang.

Objek wisata ini direncanakan bakal diresmikan langsung Menteri Ekonomi Kreatif dan Pariwisata RI Sandiaga Uno bersama Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum.

Plt. Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis menyampaikan, saat ini pihaknya bersama perangkat desa serta kecamatan terus membenahi persiapan launching secara resmi objek wisata Lumbis Pansiangan. Wisata jetski di daerah aliran Sungai Sumantubol menjadi satu-satunya di Indonesia.

“Tentunya, jika tidak ada halangan, kegiatan launching desa wisata kita dilakukan pada 20 hingga 22 November 2021. Rencananya akan ada tamu dari Malaysia yang datang berkunjung,” ucap Lumbis, Kamis (4/11).

Baca Juga :  Destinasi Wisata Butuh Perbaikan

Dijelaskan, untuk menikmati jetski arung jeram Sungai Sumantubol pihak pengelola telah menyiapkan sebanyak dua unit jetski. Kemudian, bagi wisatawan yang datang menikmati wisata beberapa unit homestay telah disiapkan. “Paket wisata yang disiapkan lengkap dengan fasilitas pendukung objek wisata. Mulai dari homestay puluhan unit yang dapat menampung pengunjung,” jelasnya.

Setelah meresmikan Desa Wisata Lumbis Pansiangan juga akan dilaksanakan peninjauan progres pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang. Kemudian, tamu yang hadir akan diminta menikmati dan merasakan langsung sensasi arung giram dan jetski Sungai Sumantubol.

Diketahui, fasilitas penunjang yang telah dibangun saat ini sebanyak 18 kamar. Jumlah tersebut mampu menampung tamu hingga 40 orang. Kemudian, masyarakat juga ikut partisipasi. Misalnya dengan merehab rumah agar dapat ditempati tamu yang datang.

Baca Juga :  Rafting dan Jetski di Sini Diusulkan Jadi Wisata Nasional

“Artinya dengan adanya objek wisata ini, masyarakat perlahan mulai tersadarkan dengan potensi ekonomi yang dapat digali dengan menyiapkan homestay pribadi. Dari pemerintah tentunya mengharapkan dukungan dari masyarakat. Sehingga, dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat. Dan masyarakat juga dapat berbondong-bondong menyambut keberadaan objek andalan yang kita miliki,” pungkasnya. (akz/lim)

 

 

NUNUKAN – Pesona alam yang dimiliki Lumbis Pansiangan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Jika tidak ada halangan keindahan itu dapat dinikmati melalui paket wisata Lumbis Pansiangan akan dilaunching pada 20 November 2021 mendatang.

Objek wisata ini direncanakan bakal diresmikan langsung Menteri Ekonomi Kreatif dan Pariwisata RI Sandiaga Uno bersama Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum.

Plt. Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis menyampaikan, saat ini pihaknya bersama perangkat desa serta kecamatan terus membenahi persiapan launching secara resmi objek wisata Lumbis Pansiangan. Wisata jetski di daerah aliran Sungai Sumantubol menjadi satu-satunya di Indonesia.

“Tentunya, jika tidak ada halangan, kegiatan launching desa wisata kita dilakukan pada 20 hingga 22 November 2021. Rencananya akan ada tamu dari Malaysia yang datang berkunjung,” ucap Lumbis, Kamis (4/11).

Baca Juga :  Rafting dan Jetski di Sini Diusulkan Jadi Wisata Nasional

Dijelaskan, untuk menikmati jetski arung jeram Sungai Sumantubol pihak pengelola telah menyiapkan sebanyak dua unit jetski. Kemudian, bagi wisatawan yang datang menikmati wisata beberapa unit homestay telah disiapkan. “Paket wisata yang disiapkan lengkap dengan fasilitas pendukung objek wisata. Mulai dari homestay puluhan unit yang dapat menampung pengunjung,” jelasnya.

Setelah meresmikan Desa Wisata Lumbis Pansiangan juga akan dilaksanakan peninjauan progres pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang. Kemudian, tamu yang hadir akan diminta menikmati dan merasakan langsung sensasi arung giram dan jetski Sungai Sumantubol.

Diketahui, fasilitas penunjang yang telah dibangun saat ini sebanyak 18 kamar. Jumlah tersebut mampu menampung tamu hingga 40 orang. Kemudian, masyarakat juga ikut partisipasi. Misalnya dengan merehab rumah agar dapat ditempati tamu yang datang.

Baca Juga :  Karang Rejo Akan Jadi Wisata Kampung Nelayan

“Artinya dengan adanya objek wisata ini, masyarakat perlahan mulai tersadarkan dengan potensi ekonomi yang dapat digali dengan menyiapkan homestay pribadi. Dari pemerintah tentunya mengharapkan dukungan dari masyarakat. Sehingga, dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat. Dan masyarakat juga dapat berbondong-bondong menyambut keberadaan objek andalan yang kita miliki,” pungkasnya. (akz/lim)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/