TARAKAN – Pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026 di Kota Tarakan dinilai berjalan efektif dan kondusif. Meski terjadi peningkatan jumlah pemudik, pengamanan yang dilakukan aparat mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syahputra Manik mengatakan, peningkatan arus penumpang terjadi pada dua moda transportasi utama, yakni udara dan laut. “Jumlah pemudik dan arus balik meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun semuanya dapat diantisipasi dengan baik,” ujarnya.
Keberhasilan pengamanan ini terlihat dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas selama operasi berlangsung. “Untuk lakalantas mengalami penurunan, baik dari jumlah kejadian, korban, maupun kerugian material,” jelasnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari strategi pengamanan yang telah disusun berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan operasi tahun sebelumnya. Selain itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Ini hasil dari kolaborasi semua pihak. Kami melakukan langkah maksimal berdasarkan analisa dan evaluasi sebelumnya,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan operasi, tidak ditemukan kejadian menonjol baik di pelabuhan maupun bandara, meskipun terjadi lonjakan aktivitas masyarakat. Namun demikian, beberapa catatan tetap menjadi perhatian, seperti pelaksanaan kegiatan masyarakat yang belum sepenuhnya tertib, termasuk kegiatan musik sahur yang tidak seluruh peserta mengikuti aturan teknis.
“Ke depan ini akan menjadi bahan evaluasi agar kegiatan masyarakat tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Operasi Ketupat Kayan 2026 di Tarakan dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran arus mudik, meski tetap menyisakan sejumlah catatan untuk perbaikan ke depan.
“Kami pastikan ke depan akan lebih baik lagi, dengan perbaikan dari hasil evaluasi tahun ini,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT