TARAKAN – Permintaan layanan karantina hewan di Kalimantan Utara (Kaltara) meningkat signifikan selama momen arus mudik Lebaran 2026. Menghadapi lonjakan tersebut, Badan Karantina Indonesia memastikan kesiapan layanan di seluruh pintu pemasukan dan pengeluaran wilayah.
Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kaltara drh Budi Setiawan mengatakan, peningkatan permintaan didominasi barang bawaan penumpang.
“Selama masa mudik tren permintaan layanan karantina cenderung meningkat, khususnya barang bawaan penumpang. Banyak pemudik membawa oleh-oleh berupa produk hewan, ikan, dan tumbuhan untuk keluarga di kampung halaman,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, petugas karantina disiagakan penuh di pelabuhan dan bandara. Pelayanan bahkan dimulai sejak dini hari hingga keberangkatan terakhir. “Petugas kami stand by di kantor pelayanan mulai pukul 04.30 WITA hingga pukul 15.00 WITA atau sampai penerbangan terakhir,” jelasnya.
Selain itu, petugas juga ditempatkan di titik-titik strategis guna memastikan seluruh proses pemeriksaan berjalan lancar. Meski terjadi peningkatan volume layanan, pihak karantina tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan.
“Dalam memberikan layanan, kami tetap mengacu pada SOP dan SLA agar pelayanan tetap optimal,” tambahnya.
Budi juga menyebut, sebagian besar masyarakat telah mengurus dokumen karantina lebih awal sebelum libur Lebaran. Hal ini dinilai membantu memperlancar proses pelayanan di lapangan.
Untuk mempermudah masyarakat, pengajuan layanan kini dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Best Trust. Sementara pembayaran PNBP menggunakan sistem kode billing yang langsung disetorkan ke negara.
“Jenis hewan yang paling banyak dibawa saat periode mudik adalah ayam hobi, seperti ayam peranakan Filipina,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap mengurus dokumen karantina sejak jauh hari guna menghindari kendala saat keberangkatan. “Tetap lapor karantina agar mudik lancar, hewan sehat, dan ibadah kita tetap terjaga,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT