TARAKAN – Pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan tren peningkatan signifikan di seluruh moda transportasi. Tak hanya jalur laut, lonjakan juga terjadi pada transportasi udara hingga angkutan sungai dan danau.
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara Idham Chalid mengungkapkan, tren mobilitas tahun ini mengalami pertumbuhan cukup tinggi dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan tahun 2025, peningkatan penumpang cukup signifikan. Untuk jalur laut sekitar 41 persen, sementara transportasi udara mencapai sekitar 53 persen,” ujarnya, Senin (16/3).
Menurutnya, tingginya angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik tahun ini meningkat tajam, seiring membaiknya kondisi ekonomi dan konektivitas antarwilayah.
Aktivitas di Pelabuhan Tengkayu I sebagai salah satu simpul utama transportasi laut di Kota Tarakan juga mulai terlihat ramai. Meski demikian, kondisi di lapangan masih relatif terkendali.
“Memang sudah mulai ada peningkatan penumpang, tetapi belum terlalu signifikan dan masih bisa ditangani oleh petugas di pelabuhan,” jelasnya.
Selain jalur laut, peningkatan juga terlihat pada arus kedatangan penumpang, menandakan tingginya mobilitas dua arah, baik yang mudik maupun yang datang ke Tarakan.
Dishub Kaltara memprediksi puncak arus mudik melalui jalur laut akan terjadi pada 18 Maret, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 29 Maret. Untuk transportasi udara, puncak arus balik diprediksi terjadi lebih awal, yakni pada 28 Maret.
“Tren ini harus diantisipasi dengan kesiapan seluruh moda transportasi agar pelayanan tetap optimal dan tidak terjadi penumpukan,” tegas Idham.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna mengantisipasi lonjakan penumpang, termasuk dengan operator transportasi dan instansi terkait lainnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT