TARAKAN – Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik turun langsung meninjau aktivitas pemudik di Pelabuhan Juwata Ferry Tarakan dan menemukan sejumlah calon penumpang yang terpaksa bermalam di sekitar area pelabuhan karena belum mendapatkan tiket keberangkatan.
Sebagian pemudik tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Tana Tidung yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Toli-Toli, Sulawesi. Namun jadwal keberangkatan kapal baru tersedia keesokan harinya sehingga mereka harus menunggu cukup lama di sekitar pelabuhan.
Kapolres mengaku prihatin melihat kondisi tersebut karena beberapa di antara calon penumpang bahkan terpaksa beristirahat di emperan kantor pelabuhan. “Saya tadi melihat langsung ada beberapa warga yang harus beristirahat di emperan kantor pelabuhan karena keberangkatannya baru besok,” ungkapnya, Senin (16/3).
Melihat kondisi itu, Kapolres langsung berkoordinasi dengan pihak pengelola pelabuhan agar ruangan kosong yang ada di area pelabuhan dapat dimanfaatkan sementara sebagai tempat transit bagi para pemudik.
Ia bahkan berinisiatif menyediakan tikar atau ambal untuk membantu para penumpang beristirahat dengan lebih layak, mengingat beberapa di antaranya datang bersama keluarga dan anak-anak.
“Tadi saya sudah meminta izin kepada kepala pelabuhan agar ruangan kosong bisa digunakan sebagai tempat transit sementara bagi para pemudik. Nanti saya juga akan menyediakan tikar untuk mereka karena ada keluarga yang membawa anak-anak,” katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, jumlah calon penumpang yang belum mendapatkan tiket keberangkatan diperkirakan mencapai puluhan orang. Namun yang langsung ditemukan Kapolres di lokasi hanya beberapa rombongan keluarga.
Menurut Kapolres, permasalahan tersebut terjadi karena sebagian calon penumpang datang lebih awal ke pelabuhan tanpa mengetahui secara pasti jadwal keberangkatan kapal. Sebagian dari mereka bekerja di Kabupaten Tana Tidung dan datang ke Tarakan untuk melanjutkan perjalanan melalui Pelabuhan Juwata Ferry menuju Sulawesi.
“Karena kurangnya informasi, mereka datang lebih awal. Padahal keberangkatannya masih satu atau dua hari lagi, sehingga mereka terpaksa menunggu di sekitar pelabuhan,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya mendorong pengelola pelabuhan serta instansi terkait agar memperkuat sistem informasi perjalanan kepada masyarakat, termasuk dengan memaksimalkan layanan pemesanan tiket secara daring.
Menurutnya, dengan sistem pemesanan tiket online, masyarakat dapat mengetahui jadwal keberangkatan secara pasti sehingga tidak perlu datang terlalu awal ke pelabuhan.
“Kami mengimbau agar layanan pemesanan tiket online bisa lebih dioptimalkan sehingga masyarakat tidak perlu datang lebih awal dan menunggu lama di pelabuhan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menilai perlu adanya fasilitas pendukung seperti ruang tunggu atau tempat transit sementara bagi calon penumpang yang harus menunggu jadwal keberangkatan.
Hal tersebut dinilai penting untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, khususnya selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT