Kepastian tersebut disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, saat bersilaturahmi dengan awak media dalam acara buka puasa bersama, Minggu (15/3). Dalam suasana Ramadan yang hangat itu, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi energi hingga puncak arus mudik dan perayaan Idulfitri.
Menurut Edi Mangun, secara nasional Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang mulai bertugas sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Satgas ini menjadi garda terdepan dalam memantau serta memastikan distribusi energi berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Utara.
“Selama masa Satgas, Pertamina melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh suplai BBM maupun LPG dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah,” ujar Edi Mangun.
Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada ketersediaan pasokan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur distribusi. Berbagai sarana penunjang telah dipastikan dalam kondisi siap, mulai dari depot penyimpanan, armada mobil tangki, hingga jalur transportasi yang digunakan untuk menyalurkan energi ke berbagai daerah.
“Mulai dari depot, mobil tangki, hingga transportasi melalui sungai menggunakan kapal. Bahkan untuk wilayah Kalimantan Utara, distribusi juga dilakukan melalui jalur udara. Semua itu dipastikan dalam kondisi siap selama masa Satgas,” jelasnya.
Selain memastikan pasokan energi tetap terjaga, Pertamina juga menghadirkan berbagai program promo bagi konsumen melalui aplikasi MyPertamina. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat berkesempatan memperoleh beragam hadiah menarik yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna BBM Pertamina.
Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, Pertamina juga mengingatkan pentingnya penggunaan BBM secara bijak serta memperhatikan aspek keselamatan dalam penyimpanannya.
Edi Mangun menegaskan bahwa tempat paling aman untuk menyimpan BBM adalah di fasilitas resmi seperti depot Pertamina, tangki penyimpanan di SPBU, maupun tangki kendaraan.
“Jangan menyimpan BBM di luar tangki kendaraan karena hal tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan diri maupun harta benda,” katanya.
Lebih jauh, Pertamina juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mengawasi distribusi BBM di lapangan. Apabila terdapat keluhan layanan atau indikasi penimbunan BBM, masyarakat dapat melaporkannya melalui layanan call center Pertamina di nomor 135 yang aktif selama 24 jam.
Pertamina, lanjut Edi, telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta aparat keamanan untuk menindaklanjuti apabila ditemukan praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM.
“Apabila ada indikasi penimbunan oleh oknum atau kelompok tertentu, kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk dilakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Di sisi lain, pembinaan terhadap SPBU juga terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai aturan serta distribusi energi tetap tepat sasaran selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan lebih tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi yang menjadi kebutuhan penting dalam aktivitas sehari-hari. (lim)
Editor : Azward Halim