Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Low Base Effect, Dongkrak Inflasi Tarakan ke 5 Persen

Eliazar Simon • Rabu, 4 Maret 2026 | 15:39 WIB

FAKTOR STATISTIK: Faktor statistik berperan besar yakni low base effect akibat diskon tarif listrik pada awal 2025 lalu menjadi perbandingan menjadi rendah, sehingga inflasi tahunan tampak melonjak.
FAKTOR STATISTIK: Faktor statistik berperan besar yakni low base effect akibat diskon tarif listrik pada awal 2025 lalu menjadi perbandingan menjadi rendah, sehingga inflasi tahunan tampak melonjak.

TARAKAN – Lonjakan inflasi tahunan Kota Tarakan hingga 5 persen pada Februari 2026 ternyata tidak sepenuhnya disebabkan tekanan harga yang ekstrem. Ada faktor statistik yang berperan besar, yakni low base effect akibat diskon tarif listrik pada awal 2025 lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Tarakan Umar Riyadi menjelaskan, pada Januari dan Februari 2025 lalu tarif listrik mendapat diskon sehingga menekan inflasi secara signifikan. Ketika kebijakan tersebut tidak lagi berlaku tahun ini, basis perbandingan menjadi rendah, sehingga inflasi tahunan tampak melonjak.

“Efek diskon listrik tahun lalu membuat angka pembandingnya rendah. Tahun ini tarif kembali normal, sehingga secara tahunan terlihat tinggi,” jelasnya.

Secara bulanan, inflasi Februari 2026 sebesar 0,58 persen masih dalam tren yang relatif terkendali. Bahkan inflasi tahun kalender baru mencapai 0,44 persen.

Namun kombinasi normalisasi tarif listrik dan kenaikan harga sejumlah komoditas seperti emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, dan angkutan udara membuat angka tahunan terdorong naik.

Di sisi lain, komoditas seperti bensin, bawang merah, ikan bandeng, dan ikan layang/benggol memberikan andil deflasi, sehingga tekanan harga tidak sepenuhnya merata.

Jika dibandingkan, inflasi Tarakan secara tahunan (5,00 persen) sedikit lebih tinggi dibanding inflasi Provinsi Kaltara (4,75 persen) maupun nasional (4,76 persen). Namun secara bulanan, pergerakan masih relatif sejalan dengan tren regional dan nasional.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya membaca data inflasi secara komprehensif. Tidak semua lonjakan angka mencerminkan gejolak harga yang tajam di lapangan, tetapi juga dipengaruhi faktor basis pembanding.

Meski demikian, Umar mengingatkan agar pengendalian harga komoditas pangan tetap menjadi prioritas, terutama menjelang Ramadan. “Kenaikan harga harus diantisipasi sejak dini. Jika distribusi lancar dan pasokan cukup, tekanan inflasi bisa diredam,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #listrik #inflasi #bps #diskon listrik