Ucapan duka pun mengalir dari berbagai elemen. Tak terkecuali rekan seangkatan Hendrik di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, sebelumnya STPI/PLP.
Salah satunya Satrio Dewandoro. Melalui akun Instagram-nya Satrio mengucapkan duka cita untuk sahabatnya itu.
“Hari ini langit terasa berbeda.
Kami, keluarga Course Penerbang 50 PLP Curug, baru saja kehilangan salah satu sahabat terbaik kami. Capt. Hendrik Lodewyck Adam. Kecelakaan pesawat pada hari ini kamis, 19 Febuari 2026.
Dia tidak pergi dalam keadaan biasa - ia berpulang saat menjalankan tugasnya sebagai pilot, mengabdi di tempat yang paling ia cintai: di udara, dalam kehormatan tugas.
Sulit menggambarkan kehilangan ini dengan kata-kata. Kami pernah belajar bersama, tertawa bersama, menghadapi kerasnya latihan bersama, dan bermimpi terbang tinggi bersama. Kini satu kursi itu kosong… namun namamu tidak akan pernah hilang dari barisan kami.
Terima kasih atas persahabatanmu, keberanianmu, dan pengabdianmu sampai akhir. Tugasmu telah selesai, sahabat.
Terbanglah tenang di langit yang lebih tinggi.
Doa terbaik kami menyertaimu.
#UntilWeMeetAgain #BrotherInTheSky #Penerbang50
ALUMNI COURSE PLP-50 CURUG
PLP Curug merupakan sekolah penerbang yang melahirkan profesional penerbangan unggul, pilot, teknisi, dan staf operasional, yang tersebar di maskapai nasional, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan militer.
Hendrik sendiri terdaftar sebagai alumni angkatan 50 yang masuk pada 1992 dan lulus pada 1994. Ia lulus bersama 56 rekannya yang lain.
Untuk diketahui jenazah almarhum akan diterbangkan dari Krayan menuju Tarakan pada Jumat (20/2) pasca dievakuasi menuju RS Pratama Krayan pada hari kejadian.
KRONOLOGI SINGKAT
Pesawat Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA dengan nomor penerbangan PAS 7101 lepas landas dari Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, sekitar pukul 12.10 Wita. Sebelumnya, pesawat telah menurunkan muatan bahan bakar minyak (BBM) dan melakukan penerbangan kembali (ferry flight) menuju Tarakan tanpa membawa muatan.
Dalam konferensi pers, Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, menjelaskan bahwa saat lepas landas kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan cloud base broken di ketinggian 1.400 feet dan jarak pandang sekitar 6 kilometer.
Pesawat sempat memasuki fase pendakian dan melaporkan estimasi melintas Malinau pukul 12.24 Wita serta perkiraan tiba di Tarakan pukul 13.15 Wita dengan ketinggian sekitar 7.000 feet. Namun, tidak lama setelah itu komunikasi terputus.
Saksi mata melihat pesawat turun dalam posisi miring ke arah belakang bukit. Tak lama kemudian muncul kepulan asap hitam dari lokasi yang diduga titik jatuh. Sinyal emergency locator transmitter (ELT) juga terdeteksi dari arah final runway 22.
Tim gabungan Basarnas, TNI AU, Polri, dan masyarakat setempat harus menempuh perjalanan sekitar 40 menit berjalan kaki melewati medan perbukitan dan hutan terjal untuk mencapai lokasi. Pilot ditemukan masih berada di dalam kokpit dalam kondisi pesawat terbakar.
Pihak Lanud Anang Busra menegaskan pesawat tidak membawa muatan saat insiden terjadi. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Pihak maskapai bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan melakukan investigasi untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan.
Seluruh unsur penerbangan di Kalimantan Utara menyampaikan belasungkawa dan berkomitmen mengawal proses pemulangan jenazah hingga ke keluarga.
Kecelakaan ini terjadi hanya beberapa menit setelah lepas landas dalam kondisi cuaca kurang ideal, di wilayah dengan kontur perbukitan yang menantang. Meski pesawat dalam kondisi ferry flight tanpa muatan, kombinasi faktor cuaca, medan, dan fase awal penerbangan yang krusial menjadi perhatian dalam investigasi.
Bagi dunia penerbangan perintis, peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa setiap misi distribusi logistik ke daerah terpencil menyimpan risiko tinggi. Di balik setiap penerbangan, ada dedikasi dan keberanian seorang pilot.
Capt. Hendrik Lodewyck Adam berpulang dalam tugas, di ruang yang paling ia cintai, langit Indonesia. (dra/lim)
Editor : Azward Halim