TARAKAN – Wacana pembentukan Polsek Tarakan Tengah kembali menguat dan dinilai telah menjadi kebutuhan mendesak. Isu tersebut mencuat sebagai respon maraknya aksi kriminal. Kendati demikian, hingga saat ini progres pembentukan Polsek Tarakan Tengah dinilai masih berjalan di tempat. Padahal, urgensi kehadiran Polsek Tarakan Tengah sangat diperlukan seiring meningkatnya kasus kriminal di Kota Tarakan.
Wakil Ketua DPRD Kota Tarakan, Herman Hamid mengatakan, jika pihaknya menerima banyak penyampaian aspirasi masyarakat menyoal urgensi Polsek Tarakan Tengah. Selain itu, DPRD juga telah menerima hasil laporan surat secara resmi disampaikan oleh Camat Tarakan Tengah dalam forum musrenbang. Diungkapkannya, dalam hal ini DPRD memandang usulan tersebut sebagai aspirasi yang rasional dan pihaknya akan segera menindaklanjuti hal tersebut melalui komunikasi dengan jajaran Kepolisian Daerah (Polda).
“Sampai saat ini belum ada perkembangan. Dalam waktu dekat kami akan coba mempertanyakan langsung ke Polres maupun ke Polda, dengan harapan Polsek Tarakan Tengah bisa segera terbentuk. Saya kira ini cukup tehknis,” ujarnya, Jumat (6/2).
"Kalau dari sisi kesiapan pemerintah daerah, pembentukan Polsek Tarakan Tengah sebenarnya sudah memiliki modal awal. Pemerintah Kota Tarakan telah menghibahkan lahan yang berlokasi di kawasan Satpol PP sebagai persiapan pembangunan polsek. Namun, tapi saat ini lahan itu masih dimanfaatkan sementara untuk kepentingan lain," sambungnya.
Ketua Partai Demokrat Tarakan tersebut, menilai urgensi pembentukan Polsek Tarakan Tengah sangat tinggi, mengingat kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas pemerintahan, ekonomi, dan sosial masyarakat. Kepadatan aktivitas di wilayah tengah kota menuntut kehadiran aparat kepolisian yang lebih dekat dan responsif.
“Urgensinya jelas penting, terutama dari sisi keamanan dan birokrasi. Tarakan Tengah ini wilayahnya padat, aktivitas tinggi, dan kadang koordinasi jadi tidak maksimal karena belum ada polsek sendiri. Meski Kota Tarakan bukan kota yang besar, tapi aktivitas masyarakat cukup padat dan sibuk. Sehingga tanpa kehadiran Polsek Tarakan Tengah ini kepolisian cukup kewalahan menanggani kasus secara bersamaan," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya tempat hiburan malam (THM) yang pusat keramaian di wilayah Tarakan Tengah yang membutuhkan pengawasan lebih intensif. Menurutnya, tanpa polsek tersendiri, pengendalian keamanan kerap harus mengandalkan polsek di wilayah lain yang jaraknya relatif lebih jauh.
“Di tengah kota ini kan banyak THM, hiburan-hiburan, dan kejadian-kejadian tertentu. Kalau tidak ada polsek, tentu respons aparat bisa jadi kurang cepat. Jai kami berharap pembentukan Polsek Tarakan Tengah dapat direalisasikan dalam waktu dekat, bahkan bila memungkinkan dalam tahun berjalan. Kami juga membuka peluang untuk mendorong Polda Kaltara agar usulan ini dapat dibawa hingga ke tingkat pusat," katanya.
“Kalau memang ini jadi kebutuhan bersama, tentu harus didorong bersama-sama, termasuk berkoordinasi dengan Polda agar bisa diteruskan ke Mabes Polri. Karena idealnya kan setiap kecamatan memiliki Polsek sendiri. Dengan pertambahan penduduk ini Tarakan Tengah tidak bisa lagi mengandalkan Polsek Kecamatan lain,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT