TARAKAN – Jamaah lanjut usia (lansia) masih mendominasi keberangkatan haji asal Kota Tarakan pada musim haji 2026. Meski demikian, Kementerian Haji memastikan seluruh jamaah lansia yang berangkat telah dinyatakan Istitha’ah kesehatan dan wajib didampingi oleh anggota keluarga.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Tarakan, Asmawan mengatakan, kebijakan pendampingan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan jamaah lansia selama menjalankan ibadah haji.
“Jamaah lansia tetap boleh berangkat, tetapi harus didampingi keluarga. Bisa anak, menantu, atau anggota keluarga dekat lainnya,” ujarnya, Senin (19/1).
Menurutnya, meskipun didominasi lansia, jamaah yang diberangkatkan tahun ini merupakan jamaah yang benar-benar siap secara fisik dan mental karena telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat.
“Yang berangkat ini sudah lolos Istitha’ah. Jadi meskipun usia lanjut, secara medis mereka dinyatakan mampu,” jelasnya.
Selain kesiapan kesehatan, seluruh jamaah juga telah menyelesaikan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) serta pengurusan dokumen perjalanan, termasuk paspor yang kini telah rampung 100 persen.
Untuk memperkuat kesiapan jamaah, Kemenhaj Kota Tarakan akan menggelar manasik haji sebelum Ramadan dengan penekanan pada pemahaman teknis ibadah, adaptasi cuaca, serta pengelolaan kesehatan selama di Tanah Suci.
“Cuaca di Arab Saudi masih musim dingin menuju panas. Jamaah harus menyiapkan pakaian hangat dan obat-obatan pribadi,” pungkas Asmawan. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT