TARAKAN - Lansia di Tarakan mengeluhkan lamanya waktu antrean saat pengambilan bantuan langsung tunai kesejahteraan rakyat (BLTS kesra).
Salah satu lansia yang tinggal di daerah di RT 12 suaran datang bersama anaknya mengeluh karena menunggu berjam-jam di lokasi.
"Ini pertama kalinya saya dapat bantuan, tapi capek saya menunggu sudah berjam-jam disini, dengan kondisi yang sudah tua," ujar Murniati, Rabu (26/11).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Pos Tarakan, Kusuma Setia Natanegara menjelaskan, bahwa pihaknya memiliki keterbatasan data terkait usia dan kondisi kesehatan penerima.
"Kami hanya memiliki data NIK, nama, dan alamat penerima bantuan. Kami tidak mengetahui usia penerima, sehingga kami tidak tahu apakah penerima sudah lansia, sakit, atau disabilitas," jelasnya.
Kusuma menambahkan, proses door to door dapat dilakukan jika ada permintaan dari keluarga penerima. "Selama permintaan itu tidak ada dari keluarga KPM, maka kami tidak bisa melakukan proses antaran itu. Tetapi kalau ada permintaan, maka nanti akan kami buat kesepakatan dengan keluarga penerima KPM waktu pengantarannya," tambahnya.
"Nanti petugas akan menilai dan mempertimbangkan apakah bisa didahulukan atau tidak pembayarannya terkait kondisi si KPM," pungkasnya.
BLT Kesra ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat Tarakan, terutama bagi mereka yang membutuhkan. (*/nkh/lim)