TARAKAN - Kementerian Sosial (Kemensos) telah memulai penyaluran laptop kepada siswa dan guru sekolah rakyat di seluruh Indonesia. Sebanyak 16 ribu laptop akan dibagikan sebagai bagian dari program peningkatan kualitas pembelajaran.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Tarakan, Marisa Aulia mengatakan, harapan terbesar tentunya agar anak-anak didik bisa mendapat kesempatan yang setara. Laptop itu dilihat bukan sekadar barang mewah, tapi sebagai jendela baru untuk melihat dunia.
"Kami ingin siswa kami melek teknologi, anak-anak bisa belajar mengetik, mencari informasi dengan cara yang benar, membuat presentasi sederhana, atau bahkan coding dasar, ini adalah bekal penting untuk masa depan mereka," ujarnya, Jumat (14/11).
Lanjutnya, laptop tersebut juga akan menjadi media pembelajaran murid di sekolah rakyat karena pembelajaran akan menggunakan learning management system (LMS) yang sudah dirancang khusus untuk murid-murid di sekolah rakyat.
"Sehingga siswa bisa lebih semangat dan kreatif. Mereka bisa belajar lewat video, aplikasi edukasi, atau membuat karya digital sendiri dengan menggunakan laptop tersebut dan saat ini juga sedang dalam tahap proses pengiriman," ungkapnya.
Marisa menambahkan, sekolah rakyat masih membuka pendaftaran terkhususnya untuk SMP yang masih sangat kurang. Ia berharap siswa sekolah rakyat di Tarakan terus bertambah kedepannya bagi mereka yang kurang mampu.
"Saat ini SMP masih kurang sekitar 36 siswa dan bagi para orang tua yang kurang mampu bisa mendaftarkan anaknya melalui Dinsos Tarakan," pungkasnya. (*/nkh/lim)
Editor : Azwar Halim