TARAKAN - Pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Tarakan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat, ada 10 ribu penambahan kendaraan sepanjang 2025 ini.
Kondisi tersebut membuat sejumlah ruas jalan, terutama di kawasan pusat kota dan sekitar sekolah, kerap dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan pada pagi dan sore hari.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan, Mohdi mengungkapkan, kepadatan lalu lintas di jam sibuk kini menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi.
“Setiap pagi saat jam masuk sekolah dan sore ketika jam pulang kerja, arus lalu lintas di beberapa titik seperti Yos Sudarso, Mulawarman, Gajah Mada dan wilayah jalan sekolah-sekolah sering tersendat. Ini imbas dari terus bertambahnya populasi kendaraan di Tarakan,” ujarnya, Selasa (26/8).
Sebagai langkah penanganan, Dishub Tarakan telah melakukan sejumlah upaya, termasuk rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan macet.
“Kami melakukan pengaturan arus kendaraan dengan rekayasa jalan hingga penempatan petugas di jam-jam tertentu,” tambahnya.
Selain rekayasa lalu lintas, Dishub juga memberikan saran teknis kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk jangka panjang.
Salah satunya adalah usulan pelebaran beberapa ruas jalan dan perbaikan trotoar agar area parkir liar di bahu jalan dapat ditekan.
“Pelebaran jalan di titik padat dan perbaikan trotoar harus dilakukan, mengingat Tarakan terus bertumbuh pesat dalam hal kepadatan kendaraan. Hal ini penting agar arus lalu lintas lebih lancar dan pejalan kaki pun punya ruang yang aman,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa penanganan kemacetan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu instansi. Diperlukan kerja sama lintas sektor, termasuk kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan tidak menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir.
“Kalau semua pihak ikut berperan, kemacetan ini bisa kita kurangi,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Dishub Tarakan berharap masalah kemacetan yang kini menjadi pemandangan rutin setiap pagi dan sore dapat segera teratasi, sehingga mobilitas warga kembali lancar. (*wld)
Editor : Azwar Halim