TARAKAN - Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan,namun sering disertai risiko dan dampak negatif yang serius.
Dosen STIMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan, Muhammad menjelaskan, modus utama penipuan di dunia digital yaitu mencari keuntungan finansial.
"Kemajuan teknologi akan sebanding lurus dengan tingkat kejahatannya, jika masyarakat tidak hati-hati," ujarnya, Rabu (7/5).
Sambung Mahasiswa S3 Informatika di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta ini, platform media yang paling banyak dan mudah digunakan untuk melakukan kejahatan digital saat ini yaitu aplikasi WhatsApp. Hal ini dikarenakan paling efektif dan menjanjikan.
"Hampir seluruh masyarakat paling banyak menggunakan aplikasi WhatsApp, penggunanya hampir semua kalangan," ungkapnya.
Masyarakat saat ini mayoritas pengguna media sosial, tetapi tidak memahami etika dan adab bermedia sosial.
"Dalam Informatika ini dikatakan algoritma yaitu, pola kita bermedia sosial itu dibaca oleh sistem," tuturnya.
Meskipun teknologi digital telah mempermudah kehidupan banyak orang, masyarakat harus tetap waspada terhadap dampak negatif yang ditimbulkan.
"Pemerintah harus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan literasi digital," ucapnya.
Dengan langkah - langkah yang tepat kita dapat menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat dan berkeadilan. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim