TARAKAN - Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltara terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang olahraga panahan, khususnya dalam hal kepemimpinan wasit.
Dalam rangka menciptakan lingkungan olahraga panahan yang lebih profesional dan terstruktur, Perpani Kaltara berencana menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) untuk wasit di daerah tersebut.
Bimtek ini direncanakan dalam waktu dekat, dengan tujuan utama untuk mencetak lebih banyak wasit berkualitas yang dapat menangani berbagai tantangan teknis dalam kejuaraan panahan.
Ketua Perpani Kaltara, Steve Singgih Wibowo, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah wasit yang berkualitas merupakan kebutuhan mendesak di wilayah ini.
"Harapan kami dengan adanya Bimtek ini adalah menambah jumlah wasit terlatih yang berkompeten di Kaltara, sehingga mereka dapat menjadi tenaga pengawas yang profesional dalam setiap pertandingan panahan," ujarnya. Steve menekankan bahwa kualitas wasit yang baik sangat krusial dalam menjalankan pertandingan yang adil dan transparan, serta untuk menjaga integritas dari setiap event kejuaraan panahan yang dilaksanakan di Kaltara.
Steve juga menjelaskan bahwa saat ini Perpani Kaltara menghadapi tantangan terbatasnya jumlah wasit yang terlatih dan bersertifikat. Dengan adanya bimtek ini, diharapkan tidak hanya akan menambah jumlah wasit yang ada, tetapi juga meningkatkan kualitas mereka.
"Dengan penambahan wasit yang terlatih dan memiliki sertifikasi, kita bisa lebih mandiri dalam mengelola kejuaraan-kejuaraan lokal. Kita bisa memberdayakan wasit daerah untuk menangani pertandingan tanpa harus bergantung pada wasit dari luar daerah," tambahnya.
Bimtek wasit yang akan diselenggarakan ini memiliki beberapa materi yang sangat relevan dengan tugas wasit dalam pertandingan panahan.
Salah satu materi yang akan diajarkan adalah teknik dalam mengatasi masalah yang sering muncul saat penilaian hasil panahan. Misalnya, jika sebuah panah mendekati atau menyentuh area kuning di papan target atau bahkan meleset di garis, wasit harus bisa memutuskan secara akurat apakah hasil tersebut valid atau tidak.
"Wasit harus memiliki keterampilan yang baik untuk menilai posisi panah dengan tepat, dan untuk itu mereka biasanya menggunakan kaca pembesar untuk memastikan titik panah yang tepat," jelas Steve.
Para pemateri yang akan hadir dalam bimtek ini adalah wasit nasional yang sudah memiliki lisensi dari Perpani pusat.
Wasit nasional ini tentunya memiliki pengalaman yang luas dalam menangani berbagai kondisi pertandingan panahan di tingkat yang lebih tinggi.
"Kami mengundang wasit nasional yang sudah berlisensi untuk memberikan materi dan bimbingan kepada para calon wasit di Kaltara. Kami berharap, dengan pengalaman mereka, para peserta Bimtek bisa mendapatkan ilmu yang berguna dan siap untuk melaksanakan tugasnya di lapangan," tuturnya.
Steve berharap wasit yang telah mengikuti bimtek ini dapat segera diberdayakan dalam berbagai kejuaraan panahan yang akan datang, termasuk Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panahan yang akan dilaksanakan pada bulan Januari 2025.
"Kami berharap wasit yang sudah terlatih melalui bimtek ini dapat bertugas di Kejurprov, terutama dengan persiapan yang matang. Ini juga menjadi kesempatan bagi wasit-wasit baru untuk menunjukkan kualitas mereka," ujar Steve.
Saat ini, Perpani Kaltara baru memiliki tujuh wasit yang siap bertugas. Meski begitu, dengan adanya program bimtek ini, jumlah wasit di Kaltara diharapkan akan terus bertambah, dan yang lebih penting, kualitas mereka juga akan semakin meningkat.
"Semakin banyak wasit yang kita miliki, tentunya semakin memudahkan kita dalam mengelola berbagai kejuaraan, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Misalnya, jika nanti Malinau menjadi tuan rumah Kejurprov, sudah ada wasit yang terlatih di sana," tambah Steve.
Selain itu, Perpani Kaltara juga telah memiliki dua wasit yang sudah berlisensi nasional dan memiliki pengalaman bertugas di tingkat nasional.
Kedua wasit ini sudah berkontribusi dalam ajang besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumut.
"Kami sangat bangga dengan capaian ini, karena salah satu wasit dari Kaltara baru saja bertugas di PON. Ini menunjukkan bahwa kualitas wasit dari Kaltara semakin diakui di tingkat nasional. Kami berharap kedepannya, lebih banyak lagi wasit dari Kaltara yang bisa bertugas di event-event besar seperti itu," ungkap Steve.
Dengan adanya program bimtek yang terstruktur dan melibatkan para ahli di bidangnya, Perpani Kaltara berharap dapat mencetak wasit-wasit yang tidak hanya kompeten dalam hal teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika pertandingan panahan di berbagai level.
Baca Juga: Patroli Rutin Polres Tarakan Jadi Kunci Menjaga Kamtibmas Kota Tarakan
"Bimtek ini adalah langkah awal untuk membangun ekosistem olahraga panahan yang lebih baik di Kaltara. Kami berharap kedepannya, kegiatan olahraga panahan di Kaltara dapat berjalan dengan lebih profesional dan terorganisir, serta melahirkan atlet dan wasit yang berprestasi," pungkas Steve. (zar/lim)
Editor : Azwar Halim