Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Mendekati Idulfitri, Antusias Berbelanja Warga Tarakan Mulai Alami Peningkatan

Radar Tarakan • Minggu, 7 April 2024 | 12:27 WIB

ALAMI PENINGKATAN: THM Plaza menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi di Tarakan, Jumat (5/4). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
ALAMI PENINGKATAN: THM Plaza menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi di Tarakan, Jumat (5/4). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
TARAKAN - Semakin dekatnya Hari Raya Idulfitri, beberapa lokasi perbelanjaan terlihat ramai oleh aktivitas masyarakat yang berbelanja pakaian dan keperluan rumah. Hal itu bukan hanya menjadi kebutuhan namun telah menjadi budaya di masyarakat setiap menyambut Lebaran.

Salah satu pemilik toko sepatu di THM Plaza Taraman, Feri Limoang mengakui menjelang hari raya, terjadi peningkatan pengunjung dari hari biasa. Sehingga peningkatan tersebut membawa peningkatan bagi penghasilan bagu pedagang di THM Plaza.

Ia menerangkan, jika hari biasa dirinya dapat menjual 10 sampai 20 pasang sepatu, namun menjelang Idulfitri dirinya bisa menjual 30 hingga 70 pasang sepatu. Sehingga ia cukup bersyukur bulan Ramadan dan hari raya berdampak pada meningkatnya pendapatan pelaku usaha seperti ia dan pedagang lainnya.


"Terjadi peningkatan, memang setiap Lebaran itu terjadi peningkatan signifikan puncaknya itu pada malam takbiran. Kalau malam takbiran kita pernah jual sampai 100 pasang. Selama 4 tahun ini setelah pandemi Covid-19 semakin membaik. Begitu juga sekarang sudah mulai seimbang antara masyarakat berbelanja langsung dan online," ujarnya, (5/3/2024).


"Kalau tahun-tahun sebelumnya sepertinya lebih banyak masyarakat berbelanja online. Tapi saat ini antusias masyarakat berbelanja langsung sudah membaik karena sekarang kan harganya tidak berbeda jauh dengan online. Kalau dulu mungkin perbedaan harganya cukup jauh, sekarang bahkan hampir sama. Karena pengiriman sudah lebih mudah dan terjangkau jadi untuk harga bisa hampir sama dijual dengan harga di distributor," sambungnya.


Sementara itu, salah satu pemilik toko pakaian Rudianto menerangkan meski sempat mengalami penurunan pengunjung, namun ia mengakui jika tahun ini antusias pembeli semakin membaik. Meski saat ini sedang bertarung melawan gempuran pasar online, namun ia menegaskan jika semakin lama masyarakat memiliki selera yang plural. Sehingga pihaknya meyakini jika setiap sistem berbelanja memiliki penikmatnya masing-masing.


"Beberapa tahun lalu memang sangat terasa pengaruh belanja online ini, tapi seiring waktu berjalan situasinya mulai normal, dan mulai terjadi peningkatan kunjungan. Kalau menurut saya tidak semua barang bisa dibeli dengan online, tidak semua orang juga bisa memastikan barang keinginannya kalau belanja online. Jadi mau belanja online atau langsung semua ada peminatnya," ujarnya, Jumat (5/4).


Saat disinggung mengenai omzet, ia menjelaskan dalam sehari pihaknya bisa mendapatkan pembeli Rp 15-25 juta di bulan Ramadan. Dikatakannya, jika di hari biasa pembeli hanya berkisar Rp 5-10 juta. Menurutnya, masyarakat yang berbelanja online menganggap barang yang dijual lebih murah daripada berbelanja langsung. Padahal, kata dia, kenyataannya tidaklah seperti itu. Bahkan berbelanja langsung harganya dapat ditawar untuk mengurangi harga yang membuat harga lebih murah.


"Bulan Ramadan ini bulan paling ramai pembeli dalam satu tahun. Jadi bulan Ramadan kita sampai buka lapak di luar tokoh dan menambah anak buah sementara. Alhamdulillah lah bulan Ramadan ini memang penuh berkah. Sebenarnya sama saja sih, belanja online atau langsung cuma dari masyarakat saja nyamannya belanja yang mana," urainya.
"Cuma harus diingat berbelanja langsung ke toko, secara tidak langsung kita berkontribusi untuk perputaran ekonomi di daerah kita sendiri. Beda dengan belanja online yang uang kita akan kita kirim ke luar Kalimantan dan akhirnya perputaran ekonomi hanya terjadi di sana," pungkasnya. (zac/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #idulfitri