Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Modal Rp 500 Ribu, Kini Ikan Tipis Pepija Jadi Oleh-Oleh Tarakan

Azwar Halim • Kamis, 15 November 2018 | 12:00 WIB
modal-rp-500-ribu-kini-ikan-tipis-pepija-jadi-oleh-oleh-tarakan
modal-rp-500-ribu-kini-ikan-tipis-pepija-jadi-oleh-oleh-tarakan

Setiap usaha tidak akan mengkhianati hasil. Pepatah ini yang menjadi pegangan Wandi Gunawan (26) ketika menjalankan setiap usahanya. Pria yang merantau dari Bone, Sulawesi Selatan ke Tarakan, Kalimantan Utara pada tahun 2011 tersebut, kini telah sukses menjalankan usahanya.


 


JANURIANSYAH


 


TAHUN 2013 menjadi awal Wandi Gunawan (26) memulai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang perikanan. Meski saat itu usianya masih 21 tahun, Wandi sapaan akrabnya tetap mengambil risiko membuka usaha dengan modal Rp 500 ribu yang didapatkannya bekerja bersama kakaknya Erniati di bidang perikanan pada tahun 2012.


Berbekal dari pengalaman bekerja dengan kakaknya tersebut, dirinya lantas mengambil langkah besar dalam hidupnya dengan membuka usaha ikan tipis pepija yang merupakan salah satu oleh-oleh khas Kota Tarakan.


Perlu diketahui ikan tipis pepija berasal dari ikan pepija atau dikenal juga dengan nama ikan nomei (harpodon nehereus). Ikan yang diolah dengan cara dikeringkan tipis tersebut, menjadi cemilan dan sebagai lauk pendamping di dapur. Rasanya yang gurih dan menggugah selera saat memakannya, menjadikan salah satu oleh-oleh khas Tarakan ini diburu pelancong ketika mendatangi kota dengan sebutan lain Bumi Paguntaka ini.


“Dari uang Rp 500 ribu itu, saya putar-putar terus hingga bisa berkembang seperti saat ini, saya juga sempat beberapa kali meminjam ke bank untuk dapat lebih mengembangkan usaha ini, hasilnya bisa dilihat seperti saat ini,” tuturnya, Rabu (14/11).


Adanya keinginan yang kuat untuk memperbaiki penghidupan, menjadi salah satu dorongan untuknya agar tidak mudah putus asa ketika menjalankan usahanya mengalami kegagalan. Pepatah usaha tidak mengkhianati hasil menjadi pegangannya selama ini terbukti, dimana saat ini dirinya selain membuka usaha oleh-oleh khas Tarakan ikan tipis pepija, juga memiliki usaha lain yakni udang ebi dan rumput laut.


“Saya ini merantau dari Bone ke Tarakan pada tahun 2011 bersama saudara saya, tujuannya tidak lain untuk mencari penghidupan yang lebih baik, alhamdulillah saat ini usaha yang saya kembangkan sudah berhasil, meskipun dalam setiap usaha itu pasti ada kegagalan, tapi hal itu tidak lantas menjadikan kita menyerah,” tutur bapak satu anak ini.


Saat ditanyakan soal omzet setiap bulan, pengusaha muda ini tidak bisa menyebutkankan. Namun dirinya memastikan omzet cukup menguntungkan. Hal tersebut terlihat dirinya bisa mempekerjakan orang-orang di sekitar tempat usahanya di Kelurahan Juata Laut, yang para pekerjanya didominasi emak-emak.


“Saya biasa pekerjakan 10 orang hingga lebih tergantung jumlah barangnya. Mereka baru saya pekerjakan ketika ada ikan dan udangnya, karena kedua komoditas perikanan yang saya dapatkan dari nelayan ini hanya bisa didapatkan dalam satu bulan hanya dua kali saja, itupun di waktu-waktu tertentu,” ungkapnya.


Peran media sosial (medsos) ikut andil dalam mengembangkan usahanya hingga saat ini. Medsos mengenalkan dua komoditas perikanan yang menjadikan usahanya terkenal di Indonesia bahkan secara global karena jangkauannya yang cukup luas.


“Selain medsos, adanya jasa pengiriman barang seperti JNE juga ikut membantu kami mengembangkan usaha, karena ketika ada pesanan barang dari luar Tarakan. Tentu kita menggunakan JNE yang memiliki kualitas baik dalam pengiriman barang yakni mudah, cepat, dan aman sampai ke tempat tujuan,” tuturnya.


Pria yang ramah senyum ini menganggap keberadaan jasa pengiriman seperti JNE, cukup membantu para pengusaha mengirimkan barang lebih cepat dan efisien. Hal ini menurutnya menjadi peluang pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Dengan kemudahan pengiriman barang  saat ini, dirinya berharap bisa memanfaatkannya untuk kemajuan usahanya.


“Medsos dan jasa pengiriman merupakan bagian yang tidak bisa lepas dari usaha yang akan kita kembangkan, jadi saya berharap pengusaha yang baru memulai usahanya, dapat memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada saat ini, satu hal lagi jangan cepat menyerah ketika gagal,” bebernya.


Saat ini pengiriman ikan tipis pepija dan udang ebi sudah menjangkau Balikpapan, Samarinda, Surabaya, Bali hingga Tawau, Malaysia.


“Karena ikan tipis pepija dan udang ebi ini hanya bisa didapatkan pada waktu-waktu tertentu, harganya tergantung dari berapa banyaknya beredar di pasaran. Jika masih banyak, harganya bisa Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu perkilo, namun berbeda bila jumlahnya sedikit harganya bisa melambung mencapai Rp 100 ribu ke atas perkilonya,” ungkapnya.


Selain berhasil mengembangkan usahanya, kebahagian Wandi terasa lengkap ketika  menikahi Rizky Lestari Prasetya pada tahun 2016 dan memiliki anak bernama Almadyna Gunawan pada tahun 2017. Dirinya berpesan dalam setiap usaha yang dilakukan selama ini, kejujuran merupakan salah satu modal utama bila ingin mengembangkan usaha,karena kejujuran merupakan hal yang terus diingat orang terutama mitra bisnis dalam usaha.


“Orang jujur pasti banyak dicari orang untuk diajak berbisnis, jadi saya sarankan ketika memulai suatu usaha itu, selain tanamkan rasa tidak mudah menyerah, tanamkan juga kejujuran, setelah itu kita tinggal berserah diri sama yang di atas dengan cara berdoa,” pungkasnya.(***/ana)

Editor : Azwar Halim