TARAKAN – Mendukung datangnya investor ke Bumi Paguntaka juga dilakukan PT PLN Unit Layanan Khusus (ULK), dengan menjaga keandalan listrik di kota transit ini.
Asisten Pelayanan dan Administrasi di PT PLN (Persero) ULK Tarakan, Atmono Djoko Dwi menerangkan, keandalan listrik terbilang sangat cukup. Daya mampu saat ini sebesar 47,76 megawatt (MW), sedangkan beban puncak sekitar 40 MW, sehingga masih surplus sebesar 6 MW.
“Secara daya di PLN Tarakan ini masih ada surplus sekitar 6 MW,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Meski terbilang surplus, namun kelistrikan Tarakan tidak hanya sampai di situ. PLN ULK Tarakan kembali berencana untuk menambahkan kemampuan daya dengan mendatangkan mesin pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG). Pembangkit ini pun memiliki kapasitas 2 x 18MW yang akan melengkapi pembangkit di wilayah Gunung Belah.
PLTMG ini memiliki mesin dual fuel, dalam artian memanfaatkan energi gas dan solar. Sehingga bila kemampuan gas yang selama ini digunakan tidak memadai, maka disuplai dengan membakar solar.
“Pengerjaannya dilakukan bertahap, tahun depan mendatangkan mesin 18 MW. Nanti dilanjutkan pada 2020 dengan kapasitas yang sama. Tahap pertama ditempatkan di Gunung Belah,” lanjutnya.
Selain itu, keandalan listrik untuk jangka panjang PT PLN juga membangun interkoneksi yang menghubungkan sistem kelistrikan se-Kalimantan dengan menggunakan jalur transmisi, termasuk di Tarakan.
“Secara Kalimantan akan connect semua. Baik Balikpapan, Samarinda, Sangatta, Berau, Tanjung Selor, Malinau, KTT, sampai sini akan terhubung,” bebernya.
Dengan tambahan daya, diharapkan bisa mencukupi kebutuhan energi listrik di Tarakan yang setiap tahunnya meningkat. Saat ini saja, jumlah pelanggan PT PLN ULK Tarakan mencapai 54 ribu pelanggan.
“Kalau daftar tunggu kita nggak ada, karena kalau ada permohonan kita langsung melayani pemasangan sambungan baru. Jadi dengan adanya tambahan daya, bisa mencukupi kebutuhan energi di Tarakan,” terangnya.
Adapun menyoal pemadaman yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan kekurangan daya. Melainkan faktor-faktor yang sifatnya temporer. Seperti pemeliharaan jaringan, maupun gangguan yang disebabkan dampak alam dan gangguan hewan.
“Seperti adanya petir, ada binatang yang tersangkut di jaringan, atau ranting pohon,” katanya.
Pemeliharaan rutin ini pun dilakukan untuk menjaga keandalan listrik. Untuk diketahui, Kamis (9/8) hari ini, tepatnya pukul 10.00 Wita. Estimasi pemeliharaan ini membutuhkan waktu selama tiga jam dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Pihaknya juga sudah mengantisipasi dengan menyiapkan sistem proteksi. Sehingga ketika gangguan terjadi, memungkinkan tidak semua pelanggan mengalami pemadaman listrik. Melainkan jalur yang terkena dampak gangguan saja.
Sebenarnya masyarakat turut andil dalam menjaga keandalan dari gangguan alam. Misalnya dengan memangkas ranting pohon yang berpotensi mengganggu jaringan. Bila masyarakat takut atau merasa berbahaya, maka setidaknya melaporkan ke petugas untuk ditindak lanjuti.
“Nah, kadang ada warga yang takut pangkas pohon, bisa hubungi kita nanti ada petugas yang bantu,” ungkapnya. (*/one/nri)
Jdusm: Daya Tercukupi, Padam karena Pemeliharaan
Editor : Azwar Halim