Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tak Ada Konsultan Khusus

Azwar Halim • Kamis, 12 Juli 2018 | 11:53 WIB
tak-ada-konsultan-khusus
tak-ada-konsultan-khusus

TARAKAN - Tak pernah mengeluh sakit saat berkampanye, namun saat pengumuman hasil rekapitulasi  Pilwali digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), justru dr. Khairul demam.


Kepada Radar Tarakan, pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan ini mengatakan bahwa sebelum memasuki masa kampanye, ia dan Effendhi Djuprianto serta tim pemenangannya rutin sosialisasi ke masyarakat. Namun saat memasuki masa kampanye, pihaknya mulai mengikuti jadwal yang telah diatur KPU.


“Insensitas di masa kampanye jauh lebih tinggi, pengawasan di masyarakat juga menimbulkan sedikit ketegangan,” ujar Pak Dokter, sapaannya.


Saat masa-masa kampanye, paling lambat pihaknya menyelesaikan sosialisasi pada pukul 23.00 Wita. Untuk itu, setiap harinya Khairul hanya dapat beristirahat 3 sampai 4 jam. Sebab sehabis pelaksanaan kampanye, tim pemenangannya berkumpul lagi untuk membahas soal kegiatan esok hari.


Selain sosialisasi kampanye, selama bulan Ramadan pihaknya rutin melakukan safari dan kampanye akbar merupakan puncak kampanye untuk menarik simpati masyarakat. “Itu rutin kami lakukan sejak Februari sampai pencoblosan kemarin,” jelasnya.


Nah, akibat kesibukan itulah Khairul dan Siti Rujiah, istrinya bahkan tak sempat saling memperhatikan dikarenakan keduanya sibuk dengan aktivitas masing-masing. Apalagi persoalan makan, keduanya bahkan tidak saling memperingatkan lagi. “Kami sudah tidak memperhatikan lagi, biasanya saja makan di jalan. Walaupun makan kue saja,” bebernya.


Sepanjang pelaksanaan kampanye, Khairul dan Rujiah tak pernah merasakan sakit. Namun usai pengumuman pemenangan, yang dilakukan pada 27 Juni lalu, membuat Khairul dan Rujiah menjadi ambruk dan jatuh sakit. “Kami demam dan flu, mungkin karena capek. Tapi selama kampanye itu kami tidak pernah merasa sakit, mungkin karena saking semangatnya untuk memenangkan pertarungan. Waktu itu sayang banget kalau terbuang,” katanya.


Untuk menarik perhatian masyarakat, pasangan dr. Khairul dan Effendhi Djuprianto (Oke) hanya mengandalkan program yang direncanakannya selama ini.


Secara pribadi, Khairul mengaku bahwa dirinya tak pernah menggunakan konsultan khusus untuk memenangkan Pilwali. Untuk itu, pihaknya hanya bekerja secara tim guna memenangkan pilwali.


Selama diumumkan menjadi pemenang, Khairul banyak menerima ucapan terimakasih dari masyarakat. Selain itu, dirinya kerap kali disibukkan untuk menghadiri acara kegiatan pernikahan, akikah, syukuran dan sebagainya. Namun sama seperti kampanye lalu, Khairul tetap beristirahat pada pukul 01.00 Wita, sebab harus menghadiri banyak undangan setiap harinya. “Belum ada kegiatan, jadi itu saja yang kami lakukan. Sambil melakukan persiapan administratif untuk program ke depan,” imbuhnya. (*/shy/lim)


 

Editor : Azwar Halim