MASALAH pembengkakan tagihan air sejumlah pelanggan PDAM Tirta Alam masih berpolemik. Belum ada solusi dari Pemerintah Kota (Pemkot). Plt Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan pihaknya baru akan mengunjungi PDAM mencari solusi terbaik. “Kami akan meninjau PDAM Senin (hari ini), karena memang ada permasalahan yang terjadi. Dan akan coba dicarikan solusi,” katanya.
Dikatakan, tinjauan ini bukan hanya untuk masalah pembengkakan tagihan saja, tetapi juga mengenai laporan-laporan pelanggan yang dilihat lambat ditindaklanjuti PDAM. Arief sendiri ingin mengetahui pasti bagaimana mekanisme kerja dari PDAM.
“Karena itu harus ditinjau terlebih dahulu, bagaimana standar operasional prosedur (SOP) dari PDAM. Kalau ada laporan, bagaimana responsnya, berapa lama baru ditindaklanjuti,” ujarnya.
Arief juga ingin mengetahui sampai saat ini sudah berapa banyak kasus atau laporan kepada pihak PDAM, dan berapa banyak yang sudah ditangani. Jika memang banyak kasus yang belum tertangani berarti memang kesalahan pada mekanisme sistem kerja PDAM, dan jika hanya satu atau dua kasus, maka patut dimaklumi. “Semua orang pasti pernah salah, ada kekeliruan. Tetapi kalau sampai banyak kasus, berarti sudah keterlaluan,” tambahnya.
Berkaitan dengan tagihan yang tidak masuk akal itu, Arief juga akan melihat terlebih dahulu tagihan asli pelanggan. Jika memang pelanggan tiba-tiba harus membayar mahal padahal sebelumnya normal saja, tentu PDAM harus kroscek terlebih dahulu. “Tidak mungkin masyarakat langsung dibebankan, harusnya dikroscek terlebih dahulu. Kemungkinan ada yang bocor atau bagaimana,” tambahnya.
Karena itu, Arief ingin mengetahui kebenaran dari masalah ini, dan jika memang murni kesalahan PDAM, tentu harus ada solusi dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. “Solusi itu harus dipikirkan bersama, agar masyarakat tidak dirugikan dengan apa yang bukan menjadi tanggungannya,” imbuhnya. (*/naa/lim)
Editor : Azwar Halim