
TARAKAN – Kebakaran menghanguskan dua rumah warga di Gang Kenanga, RT 31, Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah Tarakan, Kamis (29/10) siang. Api dengan cepat menjalar karena kedua bangunan berada di kawasan permukiman lama dengan konstruksi rumah yang saling berdempetan.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut. Meski tidak ada korban langsung akibat kebakaran, tiga warga dari rumah di sekitar lokasi terdampak dan harus dievakuasi.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan, Sofyan mengatakan, laporan kebakaran diterima pada pukul 12.27 WITA. Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba dalam waktu sekitar lima hingga tujuh menit setelah menerima informasi.
"Setibanya di lokasi, personel langsung menyiapkan peralatan dan melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penanganan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala," ujarnya.
“Yang jelas kejadiannya itu 12.27 WITA. Kita sampai di lokasi ini kurang lebih 5 sampai 7 menit. Langsung melakukan proses persiapan dan langsung melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung hampir satu jam. Penanganan tidak hanya difokuskan untuk memadamkan api pada bangunan yang terbakar, tetapi juga mencegah api menjalar ke rumah lain di sekitarnya.
Dikatakannya, dalam pemadaman sejumlah unsur turut terlibat, mulai dari PMK, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga instansi terkait lainnya. Koordinasi dilakukan untuk mendukung proses pemadaman dan penanganan warga yang terdampak.
"Api menghanguskan dua rumah. Untuk penyebabnya kami belum dapat menyimpulkan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Eko Supriyatnoko menjelaskan, pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran. Dua unit berasal dari Sektor Barat sebagai tim pertama yang bergerak, sedangkan tiga unit lainnya diberangkatkan dari Markas Komando (Mako).
“Dari PMK kita ada lima unit. Dua unit dari Sektor Barat pemukul pertama, kemudian ada tiga unit dari Mako,” jelasnya.



