Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soroti Isu LGBT, DP3AP2KB Tarakan Berharap Kerjasama Semua Pihak

Z
Penulis: Zakaria RT❯
Kepala Bidang DP3AP2KB Kota Tarakan, dr. Jumiati
Kepala Bidang DP3AP2KB Kota Tarakan, dr. Jumiati

 


Advertisement

TARAKAN — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tarakan menyoroti adanya isu dugaan fenomena lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Kota Tarakan. Sehingga dalam hal ini DP3AP2KB akan membangun koordinasi dengan instansi terkait dalam menggali fakta terhadap fenomena yang menyita perhatian masyarakat tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang DP3AP2KB Tarakan, dr Jumiati menerangkan, dugaan fenomena LGBT di lingkungan sekolah tentunya menjadi masalah serius bagi kelangsungan generasi muda. Apalagi, menurutnya fenomena ini memiliki efek domino yang nantinya berdampak pada berbagai aspek kehidupan.

"Persoalan LGBT ini saya kira tidak hanya berdampak serius bagi generasi muda, tapi juga ke berbagai aspek sosial seperti ancaman persoalan mental, kesehatan, moral dan norma-norma agama. Selain itu fenomena ini juga berpotensi menimbulkan lebih banyak korban karena fenomena dapat membuat korban menjadi pelaku. Sehingga ini perlu ditangani secara bersama-sama dan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja," ujarnya, Rabu (14/1).

Advertisement

"Persoalan ini juga berkaitan dengan banyak aspek, mulai dari pendidikan, psikologis, kesehatan, hingga nilai keagamaan. Penanganan awal di lingkungan sekolah dilakukan melalui Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK-S). Kalau permasalahan tidak dapat diselesaikan di tingkat sekolah, maka kasus akan ditingkatkan ke tingkat kota," sambungnya.

Diungkapkannya, sejauh ini DP3AP2KB Tarakan belum menerima laporan resmi terkait kasus LGBT di sekolah. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi dengan memperkuat koordinasi dan upaya pencegahan.

Menurut Jumiati, pencegahan dilakukan melalui berbagai program edukasi, seperti kelas parenting bagi orang tua dan guru, pembinaan guru bimbingan konseling, serta penguatan peran pusat pembelajaran keluarga.

Advertisement

“Sampai sekarang belum ada laporan resmi yang masuk ke kami. Kemungkinan masih ditangani di tingkat sekolah. Yang kami lakukan selama ini lebih banyak pada upaya pencegahan. Edukasi kepada orang tua, guru, dan lingkungan sekolah itu sangat penting,” jelasnya.

"Kami berencana meningkatkan sinergi lintas sektor dan memperluas kegiatan edukasi di sekolah-sekolah, sebagai upaya memperkuat perlindungan anak dan mencegah munculnya kasus serupa," pungkasnya. (zac/jnr).

Advertisement
Editor : Januriansyah RT

Artikel Terkait

DPRD Tarakan Dorong Perda Penyimpangan Perilaku Seksual Masuk 2027

DPRD Tarakan Dorong Perda Penyimpangan Perilaku Seksual Masuk 2027

DPRD Kota Tarakan mendorong pembentukan regulasi yang mengatur pencegahan penyimpangan perilaku seksual, termasuk Lesbian, Gay, Biseksual, d

Jadi Bentuk Komitmen, Dorong DPRD Tarakan Segera Bentuk Perda Anti-LGBT

Jadi Bentuk Komitmen, Dorong DPRD Tarakan Segera Bentuk Perda Anti-LGBT

Hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Tarakan mendapat apresiasi dari Aliansi Masyarakat Anti-LGBT. Respons cepat DPRD terhada

Cegah Pengaruh LGBT, DPRD Tarakan Sarankan Masyarakat Pasang Spanduk

Cegah Pengaruh LGBT, DPRD Tarakan Sarankan Masyarakat Pasang Spanduk

Upaya DPRD Kota Tarakan menyikapi persoalan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) tidak hanya diarahkan pada pembentukan regulasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer