TIDENG PALE – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Tana Tidung memastikan seluruh personel tetap siaga selama 24 jam penuh, khususnya selama masa libur, termasuk libur Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri, guna mengantisipasi berbagai potensi kejadian darurat di masyarakat.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tana Tidung, Yusva Kusuma Jaya, menjelaskan bahwa sistem kerja di Markas Komando (Mako) dibagi dalam tiga sif yang bergantian setiap 12 jam.
“Di Mako itu ada tiga sif, sif 1, sif 2, dan sif 3. Mereka bergantian dengan sistem 12 jam dan tidak boleh kosong. Jadi harus selalu siaga 24 jam,” ujarnya, Selasa (18/3).
Hal serupa juga diterapkan di pos sektor. Di Tana Tidung terdapat tiga pos sektor.
Namun, keterbatasan jumlah personel membuat pengaturan menjadi kurang ideal.
“Di sini (Mako) kondisinya enam-enam, jadi sangat terbatas. Mau tidak mau tetap harus ada yang jaga 24 jam dengan sistem sif,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi di Pos Sektor Tanah Lia yang saat ini hanya diisi oleh dua personel, bahkan mengikuti jam kerja kecamatan karena keterbatasan tenaga.
Menurutnya, minimnya SDM membuat petugas harus merangkap tugas, baik untuk pemadaman kebakaran maupun penyelamatan (rescue), termasuk penanganan hewan berbahaya seperti ular.
“Seharusnya pemadaman dan rescue itu berbeda. Tapi karena keterbatasan, orangnya itu-itu juga. Jadi kalau ada kejadian bersamaan, kami harus menentukan mana yang lebih dulu ditangani,” ungkapnya.
Di sisi lain, dalam struktur Damkar terdapat dua bidang utama, yakni bidang pencegahan dan bidang penanganan langsung di lapangan.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat menjadi tanggung jawab bidang pencegahan, sementara pemadaman dan evakuasi menjadi tugas bidang pemadaman dan penyelamatan.
Ia berharap ke depan ada penambahan personel untuk mengoptimalkan pelayanan, mengingat kebutuhan penanganan kebakaran dan penyelamatan di wilayah Tana Tidung cukup tinggi.
“Mulai dari desa sampai ke Mako, semua masih kekurangan orang. Ini yang menjadi tantangan utama kami,” pungkasnya. (ana)
Editor : Sophian Hadi