TIDENG PALE – Program pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) yang dicanangkan Presiden mulai direalisasikan di daerah. Salah satu lokasi penempatan tahap ketiga berada di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Pada tahap awal, sekitar 500 prajurit TNI telah tiba dan mulai menempati lokasi penampungan sementara atau Marshalling Area (MA) di bangunan pasar yang sudah tidak aktif di Desa Maning, Kecamatan Betayau.
Komandan Kodim 0914/Tana Tidung, Letkol Arm R. Florensius Ricarda, menjelaskan bahwa para prajurit tersebut merupakan lulusan pendidikan TNI tahun 2025 yang didatangkan secara bertahap dari berbagai daerah di Indonesia.
“Untuk saat ini yang datang sekitar 500 prajurit dan kedatangannya dilakukan dua tahap. Terakhir datang subuh tadi menggunakan kapal laut sekitar 200 orang. Kedatangan bertahap karena mereka berasal dari berbagai wilayah seperti Surabaya, Makassar, Bali, Nusa Tenggara hingga Jakarta,” jelasnya saat ditemui di Makodim 0914/Tana Tidung, Rabu (11/3) siang.
Ia menjelaskan, para prajurit tersebut merupakan TNI yang baru menyelesaikan pendidikan dasar militer dan telah dibekali berbagai keterampilan dasar pembangunan.
Selain kemampuan militer, mereka juga mendapatkan pembekalan di bidang pertanian, perkebunan, konstruksi hingga kesehatan.
“Jadi selain kemampuan militer dasar, mereka juga memiliki keterampilan pembangunan yang nantinya bisa membantu berbagai program di daerah,” ujarnya.
Letkol Florensius menambahkan, jumlah 500 prajurit tersebut merupakan tahap awal pembentukan batalyon. Ke depan, jumlah personel diperkirakan akan bertambah hingga sekitar 1.000 orang seiring pengembangan satuan.
“Untuk pembentukan awalnya 500 orang. Namun jika nantinya sudah lengkap bisa mencapai sekitar 1.000 personel,” katanya.
Batalyon yang dibentuk di Tana Tidung ini diberi nama Yonif TP 922/Upun Taka, menyesuaikan dengan semboyan daerah.
Untuk sementara, para prajurit ditempatkan di Marshalling Area yang bangunannya dipinjamkan oleh Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dengan masa penggunaan selama dua tahun.
“Pak Bupati sudah mengizinkan dan kami juga sudah mengajukan surat peminjaman bangunan untuk dua tahun,” jelasnya.
Sejumlah fasilitas dasar juga telah disiapkan oleh Kodim di lokasi tersebut, mulai dari kamar mandi, toilet hingga tempat tidur bertingkat bagi para prajurit.
“Sudah kami bangun kamar mandi dengan sekitar 25 kran, sementara untuk WC ada sekitar 30 bilik. Tempat tidurnya menggunakan ranjang susun seperti barak, satu lonjor bisa menampung sekitar 100 orang atas dan bawah,” ungkapnya.
Sesuai dengan konsepnya, batalyon teritorial pembangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai satuan tempur, tetapi juga berperan mendukung pembangunan wilayah.
Salah satu fokus utamanya adalah mendukung program ketahanan pangan, seperti membantu sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan di daerah.
“Contohnya di Tana Tidung, kendala di sektor pertanian adalah tenaga petani yang sebagian besar sudah berumur. Dengan adanya prajurit muda ini diharapkan bisa membantu mulai dari proses tanam hingga panen,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui kemampuan yang dimiliki para prajurit di bidang pembangunan masih bersifat dasar, termasuk dalam pekerjaan konstruksi.
Sementara itu, meskipun merupakan satuan tempur, untuk sementara fasilitas persenjataan maupun gudang amunisi belum disiapkan di wilayah tersebut. Penempatannya akan dipertimbangkan kemudian dengan memperhatikan aspek keamanan masyarakat.
“Senjata dan gudang amunisi sementara belum ada. Nanti akan dipikirkan penempatannya agar tetap aman dan tidak membahayakan masyarakat,” pungkasnya.(ana/ana)
Editor : Sophian Hadi