Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Salah Kaprah Soal Mie Instan, Dokter Tirta : Siapa Bilang Mie Instan Berbahaya?

Radar Tarakan • Senin, 19 Mei 2025 | 07:00 WIB
TIDAK BERBAHAYA : Mie instan sebelum dimasak dengan berbagai komponen sayurFOTO:JP/RADAR TARAKAN
TIDAK BERBAHAYA : Mie instan sebelum dimasak dengan berbagai komponen sayurFOTO:JP/RADAR TARAKAN

RADAR TARAKAN - Mie instan merupakan salah satu hidangan cepat saji yang terus menjadi primadona di kalangan masyarakat karena rasanya yang nikmat, pembuatannya yang praktis dan harganya yang bersahabat.

Namun, mie instan kerap dicap sebagai makanan tak sehat dan berbahaya bagi tubuh. Benarkan semua anggapan itu tepat? Faktanya, tidak semua klaim soal bahaya mie instan terbukti secara ilmiah.

Dilansir dari kanal Youtube Samuel Christ, pada sebuah diskusi podcast tentang bahaya mie instan yang turut mengundang narasumber ternama, Dokter Tirta, dikatakan bahwa desas-desus akan tidak baiknya dampak mie instan terhadap tubuh bukan semerta-merta seratus persen benar.

"Siapa yang bilang mie instan berbahaya? Saya tantang kasih lihat jurnalnya yang mengatakan mie instan berbahaya," tegas Dokter Tirta dalam podcast tersebut.

Tirta menjelaskan, mie instan yang kita konsumsi tidak berbahaya selama pada jumlah konsumsi yang tepat, mie instan diciptakan untuk tujuan survival bukan makanan pokok, hanya saja makanan cepat saji ini tidak memiliki gizi dan protein apapun di dalam kandungannya.

"Mie instan itu gak ada gizinya, bukan berarti berbahaya, mienya mengandung karbo dan bumbunya mengandung natrium, kalau kita makan mie instan 10 bungkus rutin dalam sehari selama 10 tahun ya wajar berbahaya, tensi bakal naik, tapi siapa sih yang mau dan sanggup makan mie instan 10 bungkus setiap harinya?" ujarnya.

Dokter yang dikenal blak-blakan setiap membahas kesehatan ini juga berpendapat bahwa masyarakat kita selalu memandang mie instan layaknya racun berbahaya lantaran termakan isu-isu yang tidak kredibel atau kurang tepat pada risetnya.

"Yang jadi masalah adalah kita suka memandang mie instan itu berbahaya kayak racun, padahal menurut penelitian kalau mie instan dimakan dengan teman lauk seperti sayur, telur, daging, ya jadi ada gizinya, levelnya sama seperti makan nasi dicampur lauk yang disebutkan tadi," jelas Tirta.

Dokter spesialis ortopedi ini mengungkapkan, teman lauk yang tepat untuk menyantap mie instan adalah sayuran dan telur rebus sebanyak dua butir karena akan mengurangi efek pengawet pada mie instan.

Di sisi lain, Dokter Tirta juga menangkis isu yang mengatakan bahwa mie instan akan sulit dicerna usus manusia, bahkan katanya bisa berhari-hari mengendap karena prosesnya yang lama.

"Usus manusia tidak sebodoh itu, gak mungkin usus milih-milih mencerna makanan, intinya mie instan itu kalau dimakan polosan ya gak ada gizinya, cuma bikin kenyang tanpa benefit apapun, tapi gak berbahaya juga," tegasnya.

Tentunya jika mie instan dianggap sebagai makanan berbahaya sebenarnya kurang tepat, karena kekurangan mie instan hanyalah pada gizinya yang zero kandungan.

Semua tergantung pola santap mie instan kita, baik terkait kuantitas konsumsi dan penambahan teman lauk yang tepat akan menentukan apakah mie instan berbahaya bagi tubuh kita. (*wld)

Editor : Azwar Halim
#Radar Tarakan #Mie Instan #dokter tirta