alexametrics
26 C
Tarakan
Monday, August 8, 2022

Menakar Peluang Kerja Sama Mendulang PAD

PALU – Gubernur Kalimantan Utara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, melihat sejumlah peluang untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di provinsi termuda ini. Karena itu, guna mendongkrak PAD dan pertumbuhan ekonomi Pemprov Kaltara melalui PT Benuanta Kaltara Jaya menjajaki kerja sama dengan PT Pembangunan Sulteng (Perseroda).

Gubernur mengungkapkan, fokus kerja sama yang dilakukan melalui sejumlah sektor perdagangan,(pangan, sapi) tambang galian C, properti dan jasa. Serta pemberdayaan potensi masing-masing dari 2 provinsi agar saling menguntungkan.

“Dalam kegiatan ini banyak hal yang bisa kita buat. Saya sudah sampaikan dengan Gubernur Sulteng,” kata Gubernur usai menyaksikan penandatanganan kerja sama kedua perusahaan daerah tersebut. Yang menjadi potensi unggulan di Kaltara dapat didistribusikan ke Sulteng, pun sebaliknya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Tegaskan Kegiatan Usaha Ilegal Ditertibkan

“Apa yang bisa kita gali di Kaltara maupun Sulteng akan kita lakukan melalui kerjasama,” jelas Gubernur. Potensi lain yang bisa dikerjasamakan tentu saja memiliki efek positif. Salah satunya meningkatkan PAD serta pertumbuhan ekonomi.

“Juga ada Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi yang tengah menjadi atensi perhatian pemerintah pusat. Ini membutuhkan bahan baku yang tidak sedikit,” jelasnya.

Sebagai provinsi paling bungsu, tentu Kaltara perlu mengambil langkah cepat dalam hal pembangunan. Maka dari itu perlu mengambil contoh dari provinsi-provinsi yang sudah lama berdiri seperti Sulsel.

“Makanya kita harus belajar dari provinsi yang sudah lama agar kita bisa lakukan kegiatan kerja sama misalnya disini (Sulteng, Red) ada tambang batunya dan di Kaltara potensi batunya tidak seperti di Sulteng yang bisa kita kerjasamakan,” ucapnya.

Baca Juga :  Delapan Kali Berturut, Pemprov Kaltara Raih WTP

Gubernur memberi apresiasinya kepada Pemprov Sulteng, sebab telah melakukan MoU dengan beberapa provinsi lainnya. Hal tersebut perlu ditiru menurut orang nomor satu di Bumi Benuanta ini.

Maka dari itu, dibutuhkan bahan baku yang ketersediaanmya melimpah untuk menyuplai segala kebutuhan dalam hal pembangunan kawasan industri hijau yang rencananya terbesar di dunia.

Selain itu, turut mendampingi Gubernur Zainal dari Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Karo Perekonomian, Direksi PT Benuanta Kaltara Jaya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan Biro Pemerintahan dari Provinsi Kaltara. (lim)

PALU – Gubernur Kalimantan Utara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, melihat sejumlah peluang untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di provinsi termuda ini. Karena itu, guna mendongkrak PAD dan pertumbuhan ekonomi Pemprov Kaltara melalui PT Benuanta Kaltara Jaya menjajaki kerja sama dengan PT Pembangunan Sulteng (Perseroda).

Gubernur mengungkapkan, fokus kerja sama yang dilakukan melalui sejumlah sektor perdagangan,(pangan, sapi) tambang galian C, properti dan jasa. Serta pemberdayaan potensi masing-masing dari 2 provinsi agar saling menguntungkan.

“Dalam kegiatan ini banyak hal yang bisa kita buat. Saya sudah sampaikan dengan Gubernur Sulteng,” kata Gubernur usai menyaksikan penandatanganan kerja sama kedua perusahaan daerah tersebut. Yang menjadi potensi unggulan di Kaltara dapat didistribusikan ke Sulteng, pun sebaliknya.

Baca Juga :  Delapan Kali Berturut, Pemprov Kaltara Raih WTP

“Apa yang bisa kita gali di Kaltara maupun Sulteng akan kita lakukan melalui kerjasama,” jelas Gubernur. Potensi lain yang bisa dikerjasamakan tentu saja memiliki efek positif. Salah satunya meningkatkan PAD serta pertumbuhan ekonomi.

“Juga ada Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi yang tengah menjadi atensi perhatian pemerintah pusat. Ini membutuhkan bahan baku yang tidak sedikit,” jelasnya.

Sebagai provinsi paling bungsu, tentu Kaltara perlu mengambil langkah cepat dalam hal pembangunan. Maka dari itu perlu mengambil contoh dari provinsi-provinsi yang sudah lama berdiri seperti Sulsel.

“Makanya kita harus belajar dari provinsi yang sudah lama agar kita bisa lakukan kegiatan kerja sama misalnya disini (Sulteng, Red) ada tambang batunya dan di Kaltara potensi batunya tidak seperti di Sulteng yang bisa kita kerjasamakan,” ucapnya.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Kaltara Nilai Tanjung Palas Layak jadi Pusat Kebudayaan

Gubernur memberi apresiasinya kepada Pemprov Sulteng, sebab telah melakukan MoU dengan beberapa provinsi lainnya. Hal tersebut perlu ditiru menurut orang nomor satu di Bumi Benuanta ini.

Maka dari itu, dibutuhkan bahan baku yang ketersediaanmya melimpah untuk menyuplai segala kebutuhan dalam hal pembangunan kawasan industri hijau yang rencananya terbesar di dunia.

Selain itu, turut mendampingi Gubernur Zainal dari Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Karo Perekonomian, Direksi PT Benuanta Kaltara Jaya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan Biro Pemerintahan dari Provinsi Kaltara. (lim)

Most Read

Artikel Terbaru

/