NUNUKAN - Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terus dilakukan. Teranyar, rapat koordinasi yanf dipimipin langsung Plt. Sekda Nunukan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) digelar.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Dior R. Frames menyampaikan saat ini kondisi stok dan ketersediaan sembako di Nunukan saat ini masih dalam batas aman. Ini dikuatkan dengan jalur distribusi kembali normal.
“Jalur distribusi atau supply chain sudah kembali normal. Dimana, KM. Thalia telah kembali beroperasi setelah docking hampir tiga minggu. Sehingga distribusi sembako (sembilan bahan pokok), khususnya beras, kembali lancar,” ucap Dior R Frames usai mengikuti rapat yang berlangsung pada Kamis,(19/2).
Dijelaskan, saat ini ketersediaan ayam potong dan ayam petelur dinilai mencukupi. Baik dari produksi lokal maupun pasokan dari Sulawesi untuk kebutuhan telur ayam. Kemudian, untuk kebutuhan seperti komoditas cabai merah dan cabai rawit diperkirakan akan mengalami kenaikan harga menjelang Idulfitri seiring dengan meningkatnya permintaan.
Sehingga, pemerintah daerah juga telah mengimbau para pedagang pasar untuk meningkatkan volume pemesanan barang. Tujuannya, untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat.
"Sementara, sektor produksi lokal dan daerah pemasok diharapkan tetap menjaga suplai kebutuhan pokok. Terkait kebutuhan minyak goreng, Pemkab Nunukan sebelumnya telah menggelar pasar murah dengan menjual minyak goreng seharga Rp 18.000 per 800 mililiter dan Rp 36.000 per 1.800 mililiter," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT