NUNUKAN - Angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi di perairan Nunukan mengakibatkan dua unit perahu tenggelam tepatnya di perairan Yamaker, Rabu (18/2). Karena kejadian pemilik kapal mengalami kerugian materiil berupa perahu beserta muatan.
Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas melalui Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan menyampaikan telah terjadi perahu tenggelam di dua lokasi berbeda. "Ada dua kejadian. Ini diakibatkan cuaca ekstrem berupa angin kencang dan ombak besar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil,” ucap Ipda Sunarwan, Rabu (18/2).
Dijelaskan, kejadian pertama menimpa perahu jongkong bermesin yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar milik seorang warga bernama H. Anto. Perahu tersebut diawaki juragan Iwan dan Ilham.
Kemudian, sekitar pukul 13.30 WITA, perahu bersandar di Jembatan Perikanan Yamaker. Saat itu, kondisi cuaca dilaporkan memburuk dengan angin kencang dan gelombang yang cukup tinggi. Sehingga, air laut masuk dari sisi perahu hingga akhirnya kapal tenggelam di sekitar dermaga perikanan.
Perahu tersebut diketahui memuat kurang lebih 30 drum BBM solar. Akibat kejadian tersebut, satu unit perahu bermesin dua unit mesin 15 PK merk Yamaha beserta puluhan drum BBM dinyatakan tenggelam.
Tak berselang lama, sekitar pukul 15.10 WITA, kejadian kedua terjadi di sekitar PLBL Liem Hie Djung. Perahu jongkong bermesin 15 PK merk Yamaha yang dinahkodai Asri bersama seorang anak buah kapal bernama Bunding dilaporkan tenggelam setelah diterjang angin kencang dan ombak besar.
"Perahu tersebut baru kembali dari aktivitas memukat di perairan Kenabasan dengan muatan rumput laut dan kayu pancang. Akibat cuaca ekstrem, perahu hanyut dan akhirnya tenggelam sebelum terbawa arus hingga ke wilayah perairan Yamaker," ungkapnya.
Sementara, seluruh awak perahu dalam kondisi selamat. Saat ini situasi di sekitar perairan Yamaker terpantau aman dan kondusif. Pihaknya mengimbau para nelayan dan pemilik perahu untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca tidak bersahabat. "Masyarakat juga diminta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut guna menghindari risiko kecelakaan di perairan," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT